Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Selasa, 05 Agustus 2014

Indahnya MASJID ISLAMIC CENTER SAMARINDA



Masjid Islamic Center Samarinda atau biasa disingkat MICS adalah masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal, Jakarta. Masjid ini mulai dibangun pada tanggal 5 Juli 2001 yang ditandai dengan penekanan tombol pemancangan tiang pertama oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri. Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih 7 tahun, masjid ini akhirnya diresmikan oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 16 juni 2008.

Pembangunan MICS menghabiskan dana miliaran rupiah yang berasal dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kala itu, pembangunan masjid berada dalam tanggungjawab Gubernur Kalimantan Timur, H. Suwarna Abdul Fatah. Dalam pelaksanaan pembangunan, Suwarna  melibatkan sejumlah PT (Perseroan Terbatas)dengan tanggungjawab yang berbeda-beda, misalnya PT yang bertanggungjawab terhadap perencana arsikter, perencana struktur, perencana M & E, perencana estetika, konsultan pengawas, serta pelaksana pembangunan. 
Secara keseluruhan, komplek MICS menempati area seluas kurang lebih 8 hektar yang merupakan bekas area penggergajian kayu milik PT. Inhutani I dan telahdihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bangunan utama masjid inimemiliki luas sekitar 43.500 m2, sedangkan bangunan penunjangnya seluas 7.115 m­2Bangunan utama terdiri dari beberapa bagian yaitu lantai basement seluas 10.235 m­2, lantai dasar seluas 10.270 m­2, lantai utama seluas 8.185 m­2, serta lantai mezanin (balkon) seluas 5.290 m­2.
Masjid Islamic Center Samarinda juga dilengkapi 7 buah menara, salah satu di antaranya adalah menara utama yang tingginya mencapai 99 meter. Menara utama ini terdiri dari 15 lantai dan setiap lantai memiliki tinggi rata-rata 6 meter. Sementara 4 menara lainnya yang terletak di setiap sudut masjid masing-masing memiliki tinggi 70 meter. Adapun 2 menara lainnnya yang terletak di kedua sisi pintu gerbang masuk masjid masing-masing setinggi 57 meter.

Ini Alasan Jokowi Pilih Rini Soemarno sebagai Ketua Tim Transisi


Presiden terpilih Joko Widodo didampingi oleh Rini M Soemarno saat meresmikan kantor transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (4/8/2014). Kantor berwujud rumah itu akan menjadi tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan hingga pelantikan presiden, termasuk membahas pembentukan kabinet dan APBN 2015.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Rini Mariani Soemarno sebagai ketua tim transisi. Apa alasan Jokowi memilih mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu?

"Pertama senioritas. Beliau itu bekas menteri. Sangat kompeten di bidangnya," ujar Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (4/8/2014).

"Kedua, Bu Rini punya pengalaman di bidang korporasi swasta dan pengalaman pemerintah yang gabungan keduanya ini penting," lanjut Jokowi.

Jokowi menampik penunjukkan Rini sebagai ketua tim transisi atas dasar kedekatan Rini dengan partai asalnya, yakni Partai PDI Perjuangan. Dia yakin Rini bekerja baik tanpa bisa ditawar kepentingan pihak lain.

Sebelumnya, Jokowi meresmikan rumah transisi di Jalan Situbondo Nomor 10 Menteng, Jakarta Pusat. Tim transisi memiliki fungsi mengantarkan transisi kepemimpinan dari pemerintahan Susilo Bambang Yodhoyono ke pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Dengan tim transisi, Jokowi ingin transisi kepemimpinan berjalan mulus. Dalam menjalankan tugasnya, Rini dibantu empat deputi, yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faizal.

Namun, hasil akhir proses Pilpres 2014 masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi. Kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menggugat keputusan KPU yang menetapkan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019.

Sumber: kompas.com