Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Selasa, 05 Agustus 2014

Masjid Muhammad Cheng Hoo Kutai Kertanegara Banyak Dikunjungi Jama'ah.



Masjid Cheng Hoo yang sangat kental dengan nuansa Tiongkok lama dan pertama kali di Indonesia di Bangun di Kota Surabaya, kemudian berkembang di kota-kota lain di Indonesia, seperti Pasuruan, Samarinda Pandaan, Jember, Palembang, Makasar dan Banjarmasin
Dinamakan Masjid  Cheng Hoo, yakni   untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Hoo, seorang panglima Tionghoa yang berjasa besar dalam penyebaran Agama Islam di nusantara ini.


Masjid Muhammad Cheng Ho Kutai Kartanegara



Sejarah Laksamana Cheng Hoo bermula di abad ke 15 M. Pada masa Dinasti Ming (1368-1643), orang-orang Tionghoa dari Yunnan mulai berdatangan untuk menyebarkan Agama Islam, terutama di pulau Jawa. Laksamana Cheng Hoo (Admiral Zhang Hee) atau yang lebih dikenal dengan Sam Poo Kong atau Pompu Awang pada tahun 1410 dan tahun 1416 mendarat di pantai Simongan, Semarang. Kedatangan Ceng Hoo juga sebagai utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi Raja Majapahit untuk menyebarkan Agama Islam.

Jika kita melewati  Dusun Tani Maju, Desa Batua Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara, tampak Masjid yang bernama Masjid Muhammad Cheng Ho, yang dibangun diatas tanah 53 x 23 dan diatasnya berdiri bangunan Masjid  Cheng Ho dengan luas bangunan 14 x 14 dan dibangun tepatnya   tahun 2006 dan  mulai difungsikan sebagai Masjid sejak tanggal 7 Juli 2007 bertepatan bulan puasa.

"Masjid ini dibangun sejak tahun 2006 dan mulai difungsikan pata tanggal 7 Juli 2007 bertepatan bulan suci Romadhon dan yang memberi nama masjid ini bapak H.M. Jos Soetomo yang diberi nama Masjid Muhammad Cheng Hoo" Kata H. Sofyan anwar  Ketua Takmir Masjid Chengho yang didampingi pengurus lainnya.

Peresmian Masjid Chenggho ini tahun 2007 yang  diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur  Dr H Awang Faroek Ishak, dan dihadiri oleh bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari, S.Sos, MM serta pejabat lainnya, tambahnya

Sementara terbangunnya Masjid Chengho yang ada di Kutai Kertanegara tak lepas dari donatur yang ringan tangan untuk syiar Islam "dibangunnya Masjid Cheng Hoo ini atas bantuan donatur H.M. Jos Soetomo, mulai dari awal pembangunan masjid ini tahun 2006 lalu Pak Jos lah yang mensuport semangat kami, sehingga masjid ini dapat berdiri kokoh dan banyak masyarakat yang berkunjung dan beribadaah di masjid ini, tutur Hj. Siti Fatimah penggerak jama'ah ibu-ibu di sekitar masjid.


Sumber:  dari berbagai sumber.

Indahnya MASJID ISLAMIC CENTER SAMARINDA



Masjid Islamic Center Samarinda atau biasa disingkat MICS adalah masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal, Jakarta. Masjid ini mulai dibangun pada tanggal 5 Juli 2001 yang ditandai dengan penekanan tombol pemancangan tiang pertama oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri. Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih 7 tahun, masjid ini akhirnya diresmikan oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 16 juni 2008.

Pembangunan MICS menghabiskan dana miliaran rupiah yang berasal dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kala itu, pembangunan masjid berada dalam tanggungjawab Gubernur Kalimantan Timur, H. Suwarna Abdul Fatah. Dalam pelaksanaan pembangunan, Suwarna  melibatkan sejumlah PT (Perseroan Terbatas)dengan tanggungjawab yang berbeda-beda, misalnya PT yang bertanggungjawab terhadap perencana arsikter, perencana struktur, perencana M & E, perencana estetika, konsultan pengawas, serta pelaksana pembangunan. 
Secara keseluruhan, komplek MICS menempati area seluas kurang lebih 8 hektar yang merupakan bekas area penggergajian kayu milik PT. Inhutani I dan telahdihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bangunan utama masjid inimemiliki luas sekitar 43.500 m2, sedangkan bangunan penunjangnya seluas 7.115 m­2Bangunan utama terdiri dari beberapa bagian yaitu lantai basement seluas 10.235 m­2, lantai dasar seluas 10.270 m­2, lantai utama seluas 8.185 m­2, serta lantai mezanin (balkon) seluas 5.290 m­2.
Masjid Islamic Center Samarinda juga dilengkapi 7 buah menara, salah satu di antaranya adalah menara utama yang tingginya mencapai 99 meter. Menara utama ini terdiri dari 15 lantai dan setiap lantai memiliki tinggi rata-rata 6 meter. Sementara 4 menara lainnya yang terletak di setiap sudut masjid masing-masing memiliki tinggi 70 meter. Adapun 2 menara lainnnya yang terletak di kedua sisi pintu gerbang masuk masjid masing-masing setinggi 57 meter.