Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 06 Agustus 2014

Kisah Inspiratif Immang, Kandidat Doktor Fisika di Oxford pada Usia ke-23



Firmansyah Kasim alias Immang

Makassar - Di balik kesederhanaan dan senyum ramahnya, mungkin tidak ada yang menyangka, Firmansyah Kasim (23) merupakan kandidat Doktor Fisika Partikel Universitas Oxford di Inggris.

Saat ditemui detikcom di Warkop Bundu, jalan Rusa, Makassar, Senin (4/8/2014), pria yang akrab disapa Immang ini mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa sekolah di luar negeri. Immang merupakan penerima beasiswa dari pemerintah Indonesia, melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Ketika duduk di bangku SMA, di SMA Islam Athirah, putra bungsu pasangan Kasim dan Farida kelahiran 26 Januari 1991 ini pernah meraih medali emas di 38th International Physics Olympiad, Juli 2007 di Isfahan, Iran dan pada April 2007 juga meraih medali emas di Asian Physics Olimpiad (APhO) di Beijing,Tiongkok, termasuk beberapa penghargaan internasional lainnya.

Selain sibuk menimba studi di negeri Ratu Elizabeth ini, Immang merupakan warga Indonesia pertama yang aktif di Lembaga Penelitian Fisika Partikel di Universitas Oxford. Selain itu pula ia juga aktif sebagai peneliti di CERN (Conseil Europe;ene pour la Recherche Nucle;aire) laboratorium penelitian Fisika Partikel dan Nuklir terbesar di dunia, yang berada di Jenewa, Swiss.

Di jurusan Fisika Partikel Oxford ini pula Immang sealmamater dengan fisikawan dunia, Stephen Hawking. Jika tak ada aral menghalang, dalam 2 tahun ke depan Immang akan meraih gelar Doctor Philosopy atau biasa disingkat DR. Phil bidang Fisika Partikel, gelar kebanggaan alumni Universitas Oxford.

Immang berharap akan semakin banyak anak Indonesia yang mengikuti jejaknya, menimba ilmu di universitas ternama di dunia. Syaratnya, tekun belajar dan pandai memanfaatkan peluang beasiswa sekolah di luar negeri.

"Saya berharap bisa mengabdikan diri untuk bangsa setelah selesai menimba ilmu di Oxford dan semakin banyak pula putra-putri Indonesia yang mendapat kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas, seperti di Oxford," pungkas alumnus jurusan Teknik Elektro ITB ini.

Sumber: http://news.detik.com/read/2014/08/04/163239/2652826/10/kisah-inspiratif-immang-kandidat-doktor-fisika-di-oxford-pada-usia-ke-23

Selasa, 05 Agustus 2014

Masjid Muhammad Cheng Hoo Kutai Kertanegara Banyak Dikunjungi Jama'ah.



Masjid Cheng Hoo yang sangat kental dengan nuansa Tiongkok lama dan pertama kali di Indonesia di Bangun di Kota Surabaya, kemudian berkembang di kota-kota lain di Indonesia, seperti Pasuruan, Samarinda Pandaan, Jember, Palembang, Makasar dan Banjarmasin
Dinamakan Masjid  Cheng Hoo, yakni   untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Hoo, seorang panglima Tionghoa yang berjasa besar dalam penyebaran Agama Islam di nusantara ini.


Masjid Muhammad Cheng Ho Kutai Kartanegara



Sejarah Laksamana Cheng Hoo bermula di abad ke 15 M. Pada masa Dinasti Ming (1368-1643), orang-orang Tionghoa dari Yunnan mulai berdatangan untuk menyebarkan Agama Islam, terutama di pulau Jawa. Laksamana Cheng Hoo (Admiral Zhang Hee) atau yang lebih dikenal dengan Sam Poo Kong atau Pompu Awang pada tahun 1410 dan tahun 1416 mendarat di pantai Simongan, Semarang. Kedatangan Ceng Hoo juga sebagai utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi Raja Majapahit untuk menyebarkan Agama Islam.

Jika kita melewati  Dusun Tani Maju, Desa Batua Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara, tampak Masjid yang bernama Masjid Muhammad Cheng Ho, yang dibangun diatas tanah 53 x 23 dan diatasnya berdiri bangunan Masjid  Cheng Ho dengan luas bangunan 14 x 14 dan dibangun tepatnya   tahun 2006 dan  mulai difungsikan sebagai Masjid sejak tanggal 7 Juli 2007 bertepatan bulan puasa.

"Masjid ini dibangun sejak tahun 2006 dan mulai difungsikan pata tanggal 7 Juli 2007 bertepatan bulan suci Romadhon dan yang memberi nama masjid ini bapak H.M. Jos Soetomo yang diberi nama Masjid Muhammad Cheng Hoo" Kata H. Sofyan anwar  Ketua Takmir Masjid Chengho yang didampingi pengurus lainnya.

Peresmian Masjid Chenggho ini tahun 2007 yang  diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur  Dr H Awang Faroek Ishak, dan dihadiri oleh bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari, S.Sos, MM serta pejabat lainnya, tambahnya

Sementara terbangunnya Masjid Chengho yang ada di Kutai Kertanegara tak lepas dari donatur yang ringan tangan untuk syiar Islam "dibangunnya Masjid Cheng Hoo ini atas bantuan donatur H.M. Jos Soetomo, mulai dari awal pembangunan masjid ini tahun 2006 lalu Pak Jos lah yang mensuport semangat kami, sehingga masjid ini dapat berdiri kokoh dan banyak masyarakat yang berkunjung dan beribadaah di masjid ini, tutur Hj. Siti Fatimah penggerak jama'ah ibu-ibu di sekitar masjid.


Sumber:  dari berbagai sumber.