Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 15 April 2015

Apa Efek Konsumsi "Brownies" Ganja?




 
Ilustrasi

Penemuan Badan Narkotika Nasional mengenai adanya ganja yang dicampurkan dalam bahan makanan dan dimasak berbentuk kue brownies dan cokelat ramai diberitakan dalam dua hari ini. Berita tersebut juga menimbulkan kecemasan para orangtua karena khawatir anak-anak mereka tanpa sengaja membeli kue ganja tersebut.

Menurut dokter spesialis saraf Fritz Sumantri Usman, konsumsi ganja, apa pun bentuknya, bisa menimbulkan efek ketagihan.

"Ganja itu menstimulasi kerja di otak kita, dan (hasil) stimulasinya yang menyenangkan. Zat ini akan merilis neurotransmiter dopamin. Efek yang sama juga dihasilkan dari menonton film porno atau makan, tetapi tingkat rilisnya berbeda," kata Fritz di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Berbeda dengan heroin, sabu, atau narkoba lainnya, menurut Fritz, efek ganja ke badan tidak banyak. "Kalau sabu atau amfetamin, efeknya jelas, halusinasi dan sebagainya. Kalau ganja, efeknya hanya menenangkan saja," ujar dokter dari RS Fatmawati, Jakarta, ini.

Karena efeknya tersebut, di dunia kedokteran masih terdapat pro dan kontra mengenai keamanan ganja.

Meski demikian, menurut Fritz, ganja tetap menimbulkan ketagihan. Pemakaian ganja yang terus-menerus bisa membuat dopamin terus dipicu sehingga pusat dopamin akan sedikit over produksi dan menjadi "cepat capek".

"Kondisi itu bisa mengganggu proses pembentukan dopamin pada kemudian hari sehingga ada kemungkinan menderita penyakit parkinson. Bukan berarti orang yang sakit parkinson itu karena ganja. Namun, pemakaian ganja meningkatkan risiko," katanya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan penggunaan ganja sejak usia remaja bisa menurunkan tingkat kecerdasan seseorang.

Pemakaian ganja juga bisa menjadi pintu masuk untuk penggunaan narkoba jenis lainnya. "Sama seperti rokok yang bisa jadi pintu masuk bagi zat berbahaya lainnya," tandasnya.

Sumber : kompas.com

Jumat, 13 Maret 2015

Waduh, Penis Pria Ini Patah Saat Berhubungan Seks


Ilustrasi

Seorang pria dari Boston, Amerika Serikat, harus dilarikan ke unit gawat darurat gara-gara penisnya patah saat sedang berhubungan seksual.

Pria berusia 42 tahun tersebut mengalami kejadian tersebut karena penisnya selip dan "menabrak" perineum (area di antara anus dan organ vital) pasangannya. Penis yang menabrak dengan keras itu seketika patah.

Menurut dokter, pria tersebut mengalami sobekan di batang penis pada bagian gunica albuginea, area yang membantu mengalirkan darah ke corpus cavernosa (jaringan lunak seperti spons yang akan terisi darah) sehingga terjadi ereksi.

Sobekan tersebut terjadi di selubung corpus cavernosa, sehingga darah langsung mengalir keluar dan menyebabkan pembengkakan. Darah lalu mengalir melalui saluran kencing.

Saat ia dibawa ke rumah sakit, dokter langsung melakukan operasi. Menurut dokter, kejadian patah pada penis bisa menyebabkan pria menjadi impoten karena jaringan parut yang disebut plak fibrous terbentuk di penis.

Efek samping lain dari kejadian tersebut adalah penis menjadi bengkok dan merusak saraf di area genital.

Beruntung pria tersebut segera mendapat pertolongan. Sekitar 3-4 bulan setelah operasi ia bisa melakukan ereksi dan tidak ada bengkok di penisnya.