Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

LIGA CHAMPIONS : Malaga Imbangi Dortmund


Striker Borussia Dortmund dari Polandia, Robert Lewandowski, bereaksi dalam laga perempat final pertama Liga Champions melawan Malaga di Stadion La Rosaleda, Rabu (3/4/2013). Laga itu berakhir 0-0.
Borussia Dortmund setengah tak percaya dengan hasil imbang tanpa gol dalam laga perempat final pertama Liga Champions di markas Malaga, Rabu atau Kamis (4/4/2013).

Maklum saja, tujuh peluang Die Borussen yang mengarah ke gawang, semuanya digagalkan kiper Los Andalusia, Willy Caballero.

"Seharusnya, aku dapat membantu tim dengan mencetak minimal satu gol. Sayang, aku tak bisa melakukannya. Kami masih puas dengan hasil akhir yang diperoleh, dan kami pun masih punya laga kedua (di kandang)," papar Mario Goetze seusai pertandingan.

Bintang Dortmund bernomor 10 itu memang memiliki dua peluang emas dalam setengah jam pertama pertandingan. Namun, semuanya dimentahkan dengan gemilang oleh Willy. Hingga wasit Swedia, Jonas Eriksson, meniupkan peluit panjang, Juara Bundesliga dua musim beruntun itu pun harus rela berbagi angka "kacamata" dengan tuan rumah Malaga.

"Kami tampil bagus dalam laga tandang ini dan mampu menciptakan sejumlah peluang emas. Mario (Goetze) punya 3-4 kesempatan dan biasanya ia mencetak minimal satu gol di antaranya. Seharusnya begitu. Namun, penting juga gawang kami tak kebobolan," sambung gelandang Dortmund lainnya, Ilkay Guendogan.

Hasil imbang itu juga disikapi dengan lapang dada oleh kiper Roman Weidenfeller yang juga menorehkan tujuh penyelamatan dari 10 peluang yang dimiliki Malaga. Ia pun membukukan clean sheets keempat Die Schwarzgelben di Liga Champions musim ini.

"Bisa saja kami puas dengan hasil 0-0 ini. Target kami adalah mencatatkan clean sheet. Sayang kami tak mencetak gol dalam beberapa peluang kami. Yang pasti, aku pribadi puas (dengan hasil akhirnya). Belum ada yang dipastikan lolos, tetapi kami akan lakukan semuanya di kandang kami sendiri," tandas Weidenfeller.

Laga kedua akan berlangsung di Stadion BVB, Selasa (9/3/2013).

LIGA CHAMPIONS : Bungkam Galatasaray, Satu Kaki Madrid di Semifinal


Luapan kegemberiaan penyerang Real Madrid, Gonzalo Higuain, usai membobol gawang Galatasaray, Rabu (3/4/2013).

Real Madrid berpeluang besar meraih tiket semifinal Liga Champions setelah El Real berhasil mengalahkan Galatasaray dengan skor 3-0 pada leg pertama perempat final pertama Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (4/4/2013) dini hari WIB. Dengan hasil ini, Los Blancos hanya membutuhkan minimal hasil imbang tanpa gol pada leg kedua tanggal 9 April mendatang. Sementara itu, peluang Gala untuk lolos ke semifinal cukup sulit. Didier Drogba dan kawan-kawan mutlak meraih kemenangan bermargin empat gol.

Sebagai tuan rumah, Madrid langsung mengambil inisiatif serangannya. Sebuah serangan cepat Si Putih nyaris membuahkan hasil. Xabi Alonso dengan jeli melepaskan bola kepada Angel Di Maria yang beroperasi di sayap kanan. Dengan cepat, pemain asal Argentina tersebut melepaskan umpan yang disambut tandukan oleh Benzema. Sayang, tandukan pemain asal Perancis tersebut masih  gagal mengenai sasaran.

Madrid akhirnya benar-benar mampu unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Cristiano Ronaldo pada menit kesembilan. Gol berawal dari umpan terobosan Mesut Oezil kepada Ronaldo yang berada di antara dua pemain lawan. Begitu menguasai bola, Ronaldo, yang melihat kiper Fernando Muslera maju, langsung mencip bola yang membuat bola bersarang ke pojok kanan atas gawang Gala.

Bomber andalan Gala, Didier Drogba, nyaris mencetak gol balasan saat menguasai bola di depan kotak penalti lawan pada menit ke-12. Namun, pemain yang pernah memperkuat Chelsea tersebut terlalu terburu-buru dalam melepaskan tembakan sehingga bola gagal mengenai target.

Madrid membalasnya lewat sepakan keras yang dilepaskan Oezil dari luar kotak penalti pada menit ke-18. Usaha Oezil belum membuahkan hasil karena Muslera cukup sigap mengamankan bola.

Tak mau kalah, Drogba mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan keras pada menit ke-26. Sial, tembakan pemain Pantai Gading tersebut masih bisa ditepis oleh Diego Lopez.

Tiga menit kemudian, Galatasaray kembali dibungkam setelah Benzema berhasil mencetak gol balasan. Dari sisi kiri pertahanan Gala, Essien melepaskan umpan ke dalam kotak penalti. Bola kemudian jatuh ke kaki Benzema. Tanpa ampun, Benzema yang dibayangi-bayangi dua pemain lawan melepaskan tembakan dan gol.

Meski unggul 2-0, Madrid tak sedikit pun mengendurkan serangannya. Sebuah pergerakan dari Benzema cukup mengancam jika saja lajunya tidak dihentikan Nounkeu pada menit ke-41.

Tiga menit kemudian, giliran Eboue yang mengancam gawang Madrid. Pemain yang pernah memperkuat Arsenal tersebut berhasil menembus ke dalam kotak penalti lawan dan kemudian melepaskan tembakan keras. Apes tembakan kaki kanan yang dilepaskan Eboue masih bisa ditepis Lopez. Itu menjadi peluang terakhir bagi Gala dan skor 2-0 untuk keunggulan Madrid bertahan hingga turun minum.

Pada awal babak kedua, Pelatih Gala, Fatih Terim, mengubah strateginya. Dia memasukkan Gokhan Zan yang berperan sebagai bek tengah, untuk menggantikan Sneijder. Penampilan Sneijder memang tak terlalu menonjol pada babak pertama karena pergerakan gelandang asal Belanda ini selalu mampu diredam oleh Sami Khedira.

Strategi ini jelas membuat Gala tampil lebih bertahan. Didier Drogba dan kawan-kawan terlihat mengandalkan serangan balik begitu menguasai bola. Meski begitu, gawang Gala bukan tanpa ancaman. Gawang Gala nyaris kembali kebobolan oleh Ronaldo dan Di Maria jika saja Muslera tidak sigap mengamankan bola.

Pada menit ke-65, Pelatih Madrid, Jose Mourinho, melakukan perubahan di lini depan. Dia memasukkan Higuain untuk menggantikan Benzema.

Higuain pun akhirnya mampu membuat Mourinho tersenyum. Pemain asal Argentina tersebut menyumbangkan gol ketiga bagi Madrid pada menit-73. Higuain berhasil melepaskan tandukan dengan memanfaatkan tendangan bebas Alonso. Tandukan Higuain sangat keras sehingga membuat Muslera kesulitan menjangkaunya. Akhirnya, bola bersarang ke pojok kiri aras gawang Gala.
Setelah itu, Madrid masih memiliki beberapa peluang emas, tetapi berhasil digagalkan Muslera. Alhasil, Madrid menutup pertandingan dengan skor kemenangan 3-0.

Susunan Pemain
Madrid:
41-Diego Lopez, 4-Raphael Varane, 4, Sergio Ramos, 5-Fabio Coentrao, 15-Michael Essien, 6-Sami Khedira, 10-Mesut Oezil (Modric 80), 14-Xabi Alonso, 22-Angel Di Maria (Pepe 86), 7-Cristiano Ronaldo, 9-Karim Benzema (Gonzalo Higuain 65)
Pelatih: Jose Mourinho

Galatasaray: 25-Fernando Muslera; 13-Nounkeu, 26-Semih Kaya, 27-Emmanuel Eboue, 4-Hamit Altintop (Bulut 78), 8-Selcuk Inan, 10-Felipe Melo, 11-Albert Riera, 14-Wesley Sneijder (Zan 46), 12-Didier Drogba, 17-Burak Yilmaz
Pelatih: Fatih Terim

Wasit: Sven Oddvar Moen (Norwegia)

Rabu, 03 April 2013

LIGA CHAMPIONS : Dua Gol Bayern Benamkan Juventus


Striker Juventus, Alessandro Matri (kanan), berebut bola dengan bek Bayern Muenchen dari Belgia, Daniel van Buyten, dalam laga perdana perempat final Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Selasa (2/4/2013).

Bayern Muenchen membuktikan diri sebagai salah satu favorit juara, setelah menumpas perlawanan satu-satunya wakil Serie-A, Juventus, dua gol tanpa balas di Stadion Allianz Arena, Selasa atau Rabu (3/4/2013). Dua gol kemenangan FC Hollywood disumbangkan David Alaba dan Thomas Mueller. Tiga poin itu makin bermakna karena ditorehkan pada laga Bayern yang ke-150 sepanjang partisipasinya dalam kompetisi Eropa.

Baru semenit laga dimulai wasit Mark Clattenburg, Bayern telah menuai gol pembukanya. Adalah Alaba yang mendapatkan umpan panjang, melewati kiper Gianluigi Buffon, dan kemudian memperdayai Arturo Vidal dengan tembakan congkelnya. Bayern memimpin 1-0.

Tiga menit kemudian, Juventus berusaha membalas. Sayangnya, tembakan datar Andrea Pirlo dari situasi tendangan bebas, masih dapat dimentahkan pagar betis Bayern.

Pada menit ke-12, Pirlo kembali mengancam. Namun, tembakan bebasnya masih dapat diantisipasi Manuel Neuer.

Empat menit kemudian, Bayern harus mengganti Toni Kroos yang cedera, dengan Arjen Robben. Gelandang serang Belanda itu telah mencetak empat gol dalam empat pertandingan Bundesliga terakhirnya.

Pada menit ke-20, Mario Mandzukic berhasil merebut bola yag dikuasai Andrea Barzagli. Umpannya kepada Franck Ribery membuat penyerang Perancis itu bebas mengekeskusi peluang. Ironisnya, bola hanya menyamping dari tiang dekat Juventus.

Dua belas menit berselang, Robben kembali mendapatkan peluang berikutnya. Kali ini, sodoran bola Mueller yang gagal dimaksimalkannya, setelah tembakannya hanya membuat bola menyamping dari sasaran.

Beberapa saat jelang turun minum, sepak pojok Pirlo hampir menghasilkan gol balasan. Sayangnya, sundulan Leonardo Bonucci melambung dari gawang Neuer.

Sampai wasit Clattenburg meniupkan peluit jeda, Bayern memimpin 1-0 atas tamunya dari Serie-A, Juventus.

Pada menit ke-53, Luiz Gustavo mendapatkan peluang emas di kotak penalti Juventus. Namun, ia gagal melesakkan bola ke sasaran, setelah eksekusinya melambung jauh dari gawang Buffon.

Sepuluh menit kemudian, Die Roten menuai gol keduanya. Berawal dari sepakan Gustavo, Buffon mengeblok bola yang lalu menuju ke arah Mario Mandzukic. Dengan tenang, striker Kroasia itu menyodorkan bola kepada Thomas Mueller yang dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang I Bianconeri.

Tekanan Bayern makin gencar. Pada menit ke-70, Ribery mencoba peruntungannya dengan sepakan dari luar kotak penalti. Namun, Buffon berhasil membaca dan mengantisipasi bola yang menuju tiang dekat gawangnya.

Sampai laga berakhir, kedudukan 2-0 untuk Bayern tak berubah. UEFA mencatat, raksasa Bavaria itu menguasai pertandingan 54 persen dan menghasilkan 21 peluang dengan 10 di antaranya mengarah ke gawang Juventus.

Sementara Si Nyonya Besar hanya mendapatkan tujuh kesempatan dengan tiga di antaranya tepat ke gawang Bayern.

Dengan hasil itu, pasukan Jupp Heynckes difavoritkan untuk melangkah ke semifinal. Sepekan ke depan, Die Roten punya modal dua gol tanpa kebobolan dan justru itu yang memperkecil peluang Juventus karena harus menuai kemenangan bermargin minimaal tiga gol.

Susunan Pemain
Bayern:
1-Manuel Neuer; 4-Dante, 5-Daniel van Buyten, 21-Philipp Lahm, 27-David Alaba; 7-Franck Ribery (11-Xherdan Shaqiri 90), 25-Thomas Mueller, 30-Luiz Gustavo Dias, 31-Bastian Schweinsteiger, 39-Toni Kroos (10-Arjen Robben 16); 9-Mario Mandzukic (33-Mario Gomez 90)
Pelatih: Jupp Heynckes

Juventus: 1-Gianluigi Buffon; 3-Giorgio Chiellini, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci; 8     Claudio Marchisio, 13-Federico Peluso (6-Paul Pogba 75), 21-Andrea Pirlo, 23-Arturo Vidal, 26-Stephan Lichtsteiner; 27-Fabio Quagliarella (12-Sebastian Giovinco 75), 32-Alessandro Matri (9-Mirko Vucinic 75)
Pelatih: Antonio Conte

Wasit: Mark Clattenburg (Inggris)
 Sumber : UEFA

LIGA CHAMPIONS : Messi Cedera, PSG Tahan Barcelona


Penyerang Barcelona dari Argentina, Lionel Messi, merayakan golnya ke gawang Paris Saint-Germain dalam laga perdana Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Selasa (2/4/2013).

Paris Saint-Germain berhasil menahan keperkasaan Barcelona dan berbagi angka 2-2 dalam laga perempat final pertama Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Selasa atau Rabu (3/4/2013) dini hari WIB. Kedua gol pertama dalam laga itu masing-masing disunting aktor utama partai itu, Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic. Sementara dua gol lainnya disunting pada akhir paruh kedua.

Barcelona berusaha menguasai pertandingan sejak menit pertama. Beberapa kali operan Xavi Hernandez plus aksi Alexis Sanchez dan Dani Alves membahayakan pertahanan PSG. Namun, hingga menit kelima, Barca belum menuai hasil maksimal.

Les Parisiens justru nyaris membobol gawang Barcelona kawalan Victor Valdes. Tusukan Ezequiel Lavezzi menggoyahkan pertahanan Blaugrana. Bomber Argentina itu kemudian melambungkan bola melampaui Valdes. Hasilnya, bola masih mengenai tiang kanan gawang Barca.

Tiga menit kemudian, Xavi kembali mengancam barisan belakang PSG. Namun, tembakan jarak jauh pria berusia 34 tahun itu masih melebar dari jala Salvatore Sirigu.

Pada menit ke-13, PSG kembali menyengat. Berawal dari sepak pojok David Beckham, Alex melompat dan menyundul bola. Namun, gangguan Alves sudah cukup mengganggu bek Brasil itu hingga bola pun hanya menyamping di sebelah kanan gawang Valdes.

Pada menit ke-17, aksi serupa juga dikreasi Andres Iniesta. Lengkungan bolanya nyaris membahakan gawang Sirigu, namun bola masih menyamping.

Dua menit kemudian, Ibrahimovic beraksi membahayakan gawang Barca. Tembakan bebasnya mampu menembus pagar betis, namun bola keras mendatar masih dapat diantisipasi Valdes dengan tangan kanannya.

Barcelona akhirnya membobol gawang PSG. Messi yang memanfaatkan umpan cerdik Alves. Bomber Argentina itu lolos di kanan penalti PSG. Sekali kontrol, Messi memperdaya Sirigu dengan tembakan kaki kirinya.

Tiga menit jelang turun minum, Messi nyaris memperbesar keunggulan Blaugrana. Namun, tembakan lengkung kanannya masih tipis melebar, sementara Sirigu sudah terpedaya dan hanya mampu menyaksikan bola yang melayang keluar.

Sebelum laga paruh kedua dimulai, Messi digantikan Francesc Fabregas. Pemain Terbaik Dunia empat kali berturut-turut itu terpaksa keluar akibat dibelit cedera hamstring.

Pada menit ke-58, Ibrahimovic mendapatkan peluang bagus di depan gawang Barcelona. Namun, striker Swedia itu tak menduga Alves yang berdiri di depannya gagal menyundul bola. Alhasil, peluang PSG menghilang begitu saja.

Lima menit setelahnya, Barca kembali mengancam PSG. Lemparan panjang Valdes melampaui jangkauan gelandang bertahan PSG, Blaise Matuidi, dan Jordi Alba pun menyayat pertahanan Les Parisiens. Namun, eksekusi terakhir mantan pemain Valencia itu hanya melebar dari gawang Sirigu.

Kehilangan Messi tak membuat Barca mengendurkan tekanan. Pada menit ke-65, Fabregas menyodorkan bola kepada Sanchez. Tembakan mantan bomber Udinese itu sudah mengarah ke sasaran, namun tepat menuju ke tangan Sirigu. Peluang pun mentah dan Barcelona masih tetap memimpin 1-0.

Semenit setelah Marco Verratti masuk, striker muda Italia itu melepas umpan terukur untuk Maxwell. Bek sayap Brasil itu berusaha memperdaya Valdes dengan tembakan kaki kanan yang mengarah ke tiang dekat. Gagal, karena kiper Barca itu masih dapat membaca eksekusi dan mementahkannya.

Sebelas menit jelang waktu normal usai, PSG sukses menyetarakan keadaan. Bermula dari sundulan Thiago Silva, bola mengenai tiang kanan gawang Barcelona dan kembali ke depan gawang. Sekali sontek dengan kaki kiri, Ibrahimovic pun membobol jala Valdes.

Sampai menit ke-87, situs UEFA mencatat penguasaan bola Barcelona mencapai 65 persen plus membukukan 14 spekulasi dengan tujuh di antaranya mengawarh ke gawang. Sementara PSG menuai 11 kali peluang dengan enam di antaranya tepat ke sasaran.

Semenit jelang waktu normal pungkas, Barcelona kembali memimpin setelah Sanchez lolos dan dilanggar Sirigu di kotak terlarang. Xavi yang menjadi algojo penalti dengan tenang melejitkan bola ke kanan gawang, sementara Sirigu telanjur bergerak ke kiri.
Namun, PSG mampu membalas saat injury time memasuki menit keempat. Bermula dari umpan lambung Christophe Jallet, Ibrahimovic menyuplai bola dengan tandukannya kepada Blaise Matuidi. Gelandang timnas Perancis itu pun melesakkan bola dan arahnya sempat berbelo setelah mengenai bek pengganti Marc Bartra. Valdes pun terpedaya dan bola meluncur pelan ke sebelah kanan gawang Barcelona.
Hingga wasit Wolfgang Stark meniupkan peluit panjang, Barcelona tetap unggul 2-1 atas PSG. Tak pelak, raksasa Catalan itu berpeluang melangkah ke semifinal dan tinggal membutuhkan

Susunan Pemain
PSG:
30-Salvatore Sirigu; 2-Thiago Silva, 13-Alex, 17-Maxwell, 26-Christophe Jallet; 14-Blaise Matuidi, 27-Javier Pastore (19-Kevin Gameiro 76), 29-Lucas Moura, 32-David Beckham (24-Marco Verratti 70); 11-Ezequiel Lavezzi (7-Jeremy Menez 66), 18-Zlatan Ibrahimovic
Pelatih: Carlo Ancelotti

Barcelona: 1-Victor Valdes; 2-Dani Alves, 3-Gerard Pique, 14-Javier Mascherano (15-Marc Bartra 84), 18-Jordi Alba; 6-Xavi Hernandez, 8-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 7-David Villa (37-Cristian Tello 81), 9-Alexis Sanchez, 10-Lionel Messi (4-Cesc Fabregas 46)
Pelatih: Tito Vilanova

Wasit: Wolfgang Stark (Jerman)
Sumber : UEFA

Senin, 01 April 2013

Singkirkan MU, Chelsea Tantang City di Semifinal


Penyerang Chelsea, Demba Ba saat merayakan gol ke gawang Manchester United, pada partai ulangan babak perempat final Piala FA, Senin (1/4/2013). Chelsea melaju ke semifinal setelah sukses mengalahkan MU 1-0 pada laga tersebut.

LONDON,  Penyerang Demba Ba mencetak gol yang menentukan kemenangan Chelsea 1-0 atas Manchester United (MU) pada babak perempat final Piala FA di Stamford Bridge, Senin (1/4/2013). Berkat kemenangan itu, Chelsea melaju ke semifinal, di mana  Manchester City telah menanti.

Kedua tim memulai pertandingan dengan tempo lambat. MU yang pada laga ini tidak diperkuat Wayne Rooney, mengambil inisiatif untuk menyerang lebih dulu. Danny Welbeck, Tom Cleverley, dan Luis Nani beberapa kali mencoba membangun serangan dari sisi sayap lapangan.

Kubu tuan rumah sendiri terlihat sabar menunggu para pemain MU kehilangan bola. Sepanjang babak ini, skuad asuhan Rafael Benitez itu lebih banyak mengandalkan serangan balik dengan mengandalkan kecepatan Oscar, Eden Hazard dan Juan Mata di lini tengah.

Chelsea mendapatkan peluang lebih dulu melalui Demba Ba pada menit ke-30. Berawal dari serangan balik, Hazard memberikan umpan terobosan yang langsung dilanjutkan dengan tendangan keras Ba. Namun, bola tendangannya itu masih dapat ditepis David de Gea sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Memasuki pertengahan babak pertama, giliran Chelsea yang mengendalikan tempo pertandingan. Sejumlah serangan MU pun terlihat kerap menemui jalan buntu karena barisan pertahanan Chelsea tampil cukup disiplin.

Peluang terbaik MU diperoleh Hernandez lima menit sebelum babak pertama usai. Berawal dari tendangan De Gea, Hernandez melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Akan tetapi, usahanya itu masih dapat digagalkan Petr Cech.

Selepas turun minum, Chelsea langsung tampil menyengat. Pertandingan baru berjalan empat menit, Ba sukses membuat pendukung tuan rumah bersorak setelah mampu mengubah skor 1-0 untuk Chelsea. Gol tersebut dibuatnya setelah memaksimalkan umpan lambung Mata.

Tertinggal, MU berusaha membalas. Pada menit ke-61, Hernandez mendapat kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan. Namun, bola hasil sundulannya usai menerima umpan Welbeck masih dapat ditepis Cech dengan baik. Robin van Persie dan Ryan Giggs pun masuk untuk menambah daya gedor lini depan Setan Merah.

Dua menit berselang, giliran Chelsea yang memperoleh peluang emas. Tapi, upaya Mata yang mencoba melakukan tendangan keras dari dalam kotak penalti juga masih dapat digagalkan De Gea yang tampil baik sepanjang pertandingan ini.

Sepanjang pertengahan babak kedua, kedua tim bermain terbuka dan saling jual beli serangan. Chelsea lebih dulu mendapatkan serangan lewat Hazard, tapi masih dapat diblok barisan belakang MU. Sementara, Van Persie memperoleh kesempatan, tapi usahanya juga masih dapat digagalkan bek Chelsea.

MU terus berusaha menyamakan kedudukan hingga menit-menit akhir. Akan tetapi, sejumlah peluang yang diperoleh Van Persie dan kawan-kawan gagal dikonversikan menjadi gol karena barisan pertahanan Chelsea tampil cukup baik. Hingga wasit meniup peluit panjang skor 1-0 untuk tuan rumah tidak berubah.

Menurut catatan Soccernet, sepanjang pertandingan, Chelsea menguasai bola sebanyak 50 persen dan menciptakan delapan peluang emas dari 18 usaha. Adapun MU melepaskan tiga tembakan dari tujuh percobaan.

Susunan Pemain:
Chelsea:
1-Petr Cech, 2-Branislav Ivanovic, 3-Ashley Cole (34-Ryan Bertrand 21), 4-David Luiz, 28-Cesar Azpilicueta, 7-Ramires, 10-Juan Mata, 11-Oscar (13-Victor Moses 90), 12-John Mikel Obi, 17-Eden Hazard, 29-Demba Ba (9-Fernando Torres 90).
Pelatih: Rafael Benitez.

Man Utd: 1-David De Gea, 3-Patrice Evra, 4-Phil Jones, 5-Rio Ferdinand, 12-Chris Smalling, 7-Antonio Valencia, 16-Michael Carrick, 17-Nani (11-Ryan Giggs 65), 23-Tom Cleverley (20-Robin van Persie 61), 14-Javier Hernandez, 19-Danny Welbeck (18-Ashley Young 78).
Pelatih: Sir Alex Ferguson.

Wasit: Phil Dowd.

Rabu, 27 Februari 2013

3 Gol Madrid Permalukan Barcelona di Camp Nou


Pemain Real Madrid merayakan gol Cristiano Ronaldo di leg kedua semifinal Copa Del Rey melawan Barcelona. (REUTERS/Gustau Nacarino)
Laga leg 2 semifinal Copa Del Rey, Rabu 26 Februari 2013 atau Kamis dini hari WIB, akan menjadi laga yang tak terlupakan buat Real Madrid. Tim asuhan Jose Mourinho ini berhasil mempermalukan Barcelona 3-1 di Camp Nou.

Madrid berhasil mencetak gol pembuka saat laga baru berjalan 11 menit. Eksekusi penalti Cristiano Ronaldo berhasil membuat tim tamu unggul 1-0 sampai turun minum. CR7 pun berhasil masuk buku rekor sebagai pemain yang selalu mencetak gol di enam laga tandang El Clasico terakhir.

Kedua tim langsung tampil menyerang sejak awal babak kedua. Barcelona lebih tampil dominan dan menciptakan beberapa peluang emas. Di antaranya saat bola liar hasil tendangan Sergio Busquets dari luar kotak penalti gagal dimanfaatkan Cesc Fabregas di menit ke-51.

Lebih banyak ditekan, Madrid malah bisa kembali mencuri gol lewat skema serangan balik cepat. Bola yang dibuang lini pertahanan Madrid tepat jatuh ke jalur Angel Di Maria. Pemain Argentina itu pun berhasil menaklukkan Carles Puyol yang mengawalnya sebelum melepaskan tendangan.
Bola sempat digagalkan pertahanan Barca, tapi bola jatuh ke kaki Ronaldo. CR7 tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Barca. Menit ke-57, Madrid unggul dua gol tanpa balas.
Sudah unggul dua gol, Los Blancos masih belum puas. Barcelona pun tak berdaya sehingga harus kebobolan gol ketiga saat laga masih tersisa 20 menit.
Raphael Varane akhirnya menambah pesta gol Madrid pada menit ke-58. Pemuda Prancis itu menerima umpan matang hasil sepak pojok, dan tandukannya tanpa ampun membobol gawang Barca.

Barcelona terus menekan pertahanan Madrid untuk memperkecil kedudukan. Namun, solid dan disiplinnya lini pertahanan tim tamu benar-benar membuat Barca "mati kutu".
Baru satu menit jelang bubaran, Barca mendapat gol hiburan lewat Jordi Alba. Skor 3-1 pun bertahan sampai bubaran.

Dengan hasil ini, Madrid berhasil lolos ke laga final dan menunggu pemenang antara Sevilla dan Atletico Madrid, yang baru bermain Kamis dini hari WIB.

Susunan Pemain
Barcelona:
Juan Pinto, Jordi Alba, Carles Puyol, Gerard Pique, Dani Alves, Cesc Fabregas, Sergio Busquets, Xavi, Andres Iniesta, Lionel Messi, Pedro

Real Madrid:
Diego Lopez, Fabio Coentrao, Pepe, Raphael Varane, Sergio Ramos, Sami Khedira, Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, Mesut Ozil, Angel Di Maria, Gonzalo Higuain (one)

• VIVAbola

Kemenangan Sempurna Madrid di Camp Nou : Madrid 3 - Barca 1

Dua gol Ronaldo dan satu Varane singkirkan Barcelona dari Copa del Rey
Cristiano Ronaldo (REUTERS/Sergio Perez)

Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan kemenangan 3-1 Real Madrid atas Barcelona, Selasa 26 Februari 2013, atau Rabu dini hari waktu Indonesia. Penyerang yang biasa beroperasi di sayap dan akrab disapa CR7 ini mempersembahkan dua gol.

Pada laga leg 2 semifinal Copa del Rey itu, Ronaldo membawa Madrid memimpin di menit 11 lewat eksekusi penalti. Sebelumnya, kapten tim nasional Portugal ini dilanggar bek Barcelona, Gerard Pique, ketika melakukan penetrasi.

Ronaldo kembali mencetak gol di menit 57, sebelum sundulan Raphael Varane menjebol gawang Jose Manuel Pinto (68'). Barcelona yang tampil di hadapan pendukungnya di Camp Nou, hanya mampu membalas satu gol melalui Jordi Alba di menit 89.

"Pertandingan yang sangat bagus sejak menit awal sampai akhir. Kami sangat serius dan menunjukkan performa hebat. Kami tampil lebih baik dan mencetak tiga gol di kandang lawan," ujar Ronaldo seperti dilansir Soccerway.

Madrid berhak melangkah ke babak final dengan agregat kemenangan 4-2. Pada leg 1 di markas Madrid, 30 Januari lalu, kedua tim hanya bermain imbang 1-1. Barcelona pun tersingkir sekaligus gagal mempertahankan gelar juaranya.

"Bermain melawan Barca selalu ada motivasi tinggi. Semua pemain tampil hebat dan ini kemenangan sempurna. Kami jadi lebih percaya diri menghadapi Liga dan Liga Champions," tutur mantan bintang Manchester United ini.

Sumber

Kamis, 21 Februari 2013

LIGA CHAMPIONS : Schalke Tahan Imbang Galatasaray 1-1 di Istanbul


Para pemain Schalke, rayakan gol Jermaine Jones. (Getty Images)

Galatasaray ditahan imbang 1-1 oleh Schalke pada leg pertama babak 16 besar Liga Champion di Ali Sami Yen Turk Telekom Arena, Kamis (21/2) dini hari WIB. Gol Galatsaray dicetak Burak Yilmaz dan torehan Jermaine Jones sebelum babak pertama berakhir membuat keunggulan tuan rumah menjadi buyar.

Babak pertama berjalan satu menit, tim tamu, Schalke, melakukan usaha menyerang ke jantung pertahanan Galatasaray. Tendangan keras Jermaine Jones dengan baik ditepis oleh kiper Fernando Muslera. Sementara itu Galatasaray mencoba melakukan tembakan tetapi sayang tidak menemui target tendangan yang dilakukan Burak Yilmaz dan Sabri Sarioglu.

Baru pada menit ke-12 para suporter Galatasaray bersorak sorai. Umpan dari Selcuk Inan diteruskan Burak Yilmaz dengan sentuhan sedikit dengan kaki luarnya. Alhasil bola melewati penjagaan pemain belakang Schalke dan Yilmaz dengan tembakan keras mengarahkan bola ke dalam gawang. Timo Hildebrand tidak dapat menangani bola sekeras itu, Galatasaray 1-0 Schalke.

Galatasaray mendapatkan peluang untuk menambah gol dari Didier Drogba. Akan tetapi tendangan kerasnya dapat ditepis Hildebrand dengan kakinya. Lalu bola lepas disambar Hamit Altintop tetapi masih mengenai mistar gawang.

Schalke berhasil menyamakan skor dua menit sebelum babak pertama usai. Diawali dari kesalahan yang dilakukan Dany Nounkeudi tengah lapangan. Jefferson Farfan langsung membawa bola ke arah kotak penalti. Lalu ia melepaskan umpan tarik ke Jermaine Jones. Dengan keras Jones melepaskan tendangan dan bola menggetarkan gawang yang dijaga Muslera. Hingga berakhirnya babak pertama skor masih sama imbang 1-1.

Babak kedua berjalan 20 menit, Schalke lebih banyak menekan pertahanan Galatasaray. Namun kesempatan yang diperoleh Riera dan Michel Bastos belum dapat menjadi gol. Hasil imbang 1-1 masih bertahan.

Sementara itu Galatasaray tidak ingin hasil imbang menjadi akhirnya. Yilmaz kembali mendapatkan peluang tetapi hasil tendangannya masih melenceng. Begitu juga dengan Sabri Sarioglu yang menendang bola dari luar kotak penalti. Hildebrand dengan gemilang menyelamatkannya.

Hingga pertandingan berakhir skor masih sama 1-1. Leg kedua akan dilakukan di Veltins-Arena pada 13 Maret 2013.

****

Susunan pemain:

Galatasaray: Muslera, Nounkeu, Kaya, Sarioglu (Bulut 84'), Altintop (Eboue 66'), Inan, Felipe Melo, Riera, Sneijder (Amrabat 46'), Drogba, Yilmaz

Schalke: Hildebrand, Hoewedes, Matip, Kolasinac, Bastos, Hoeger, Jones, Draxler (Barnetta 84'), Neustaedter, Farfan, Huntelaar (Pukki 75')

Sumber : www.bolanews.com

LIGA CHAMPIONS : Terus Menyerang, Barcelona Kalah 0-2 dari AC Milan


Prince Boateng dan Muntari, menjadi penentu kemenangan Milan atas Barcelona. (Claudio Villa/Getty Images)

Pertandingan antara tuan rumah AC Milan berhadapan dengan Barcelona pada leg pertama babak 16 besar Liga Championberkesudahan untuk kemenangan AC Milan dengan skor 2-0. Barcelona yang bermain terus menekan pertahanan Milan dengan ball possession 39 persen bagi Milan dan 61 persen bagi Barcelona, tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemain klub asal Catalan itu.

Pertandingan semula berjalan berimbang pada 10 menit pertama. Milan dan Barcelona berhasil silih berganti menyerang. Namun selepas itu, penguasaan bola ala Barcelona berhasil membuat Milan hanya bisa bertahan sepanjang babak pertama. Hanya sesekali para pemain Milan dapat melakukan penyerangan, namu selalu kandas karena kurangnya dukungan dari rekan-rekannya.

Namun pertahanan baik yang dilakukan Milan, berhasil meredam semua serangan yang masuk kejantung pertahanan Milan tanpa membuat Christian Abbiati bekerja keras. Hampir semua serangan Barcelona dapat dibendung oleh lini tengah dan belakang Milan. Dengan demikian, hasil imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, pertandingan tidak berubah seperti layaknya babak pertama. Barcelona terus menguasai bola dan mengatur jalannya pertandingan, namun lagi-lagi para pemain Milan berhasil meredam semua serangan Barcelona.

Gol yang tidak disangka-sangka oleh seluruh pendukung Milan pun akhirnya lahir pada menit ke-57 melalui sepakan mendatar Prince Boateng yang mendapat bola pantulan dari Christian Zapata akibat tendangan bebas yang dilakukan oleh Philippe Mexes. Bola yang memantul tepat di hadapannya langsung disambar ke mulut gawang yang tidak dapat dihadang Victor Valdes.

Proses terjadinya gol ini sebenarnya sangat kontrofersional, karena sebelum bola diterima oleh Boateng, terlihat telah terjadi dua handsball yang dilakukan oleh Gerard Pique dan Zapata. Namun wasit entah tidak melihat hal itu atau menganggap pelanggaran dilakukan oleh Pique, maka ia melanjutkan pertandingan dan mensyahkan gol dari Boateng. 1-0 untuk Milan.

Setelah gol pertama tercipta, pertandingan masih belum berubah. Barcelona terus memegang kendali jalannya laga. Namun pada menit ke-80, Milan berhasil melakukan serangan balik cepat yang membuat lini pertahanan Barcelona kocar0kacir dan hanya terfokus kepada Mbaye Niang yang berhasil mengalahkan Puyol dalam perebutan bola.

Bola lantas disodorkan Niang ke El Shaarawy dan diteruskan lagi ke Sulley Muntari. Muntari yang menerima bola matang dari El Shaarawy langsung melepaskan tendangan keras yang tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh Valdes. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk AC Milan.

Sepanjang panjang laga, Barcelona yang tidak memiliki kemampuan baik dalam melepaskan tendangan jarak jauh, membuat Lionel Messi dan Andres Iniesta tampak frustasi dalam melakukan serangan. Hasil ini akan memudahkan jalan Milan untuk melenggang ke babak perempat final sekaligus mengubur impian Barcelona untuk melenggang lebih jauh di Liga Champion pada musim 2012/13.

Susunan Pemain:

AC Milan XI: Abbiati, Abate, Zapata, Mexes, Constant, Ambrosini, Montolivo, Muntari, Boateng, Pazzini (73' Niang), El Shaarawy (87' Traore)

Sub Milan: Amelia, De Sciglio, Bojan, Cristante, Yepes

FC Barcelona XI: Valdés, Alves, Piqué, Puyol (88' Mascherano), Alba, Sergio, Xavi, Iniesta, Cesc (62' Sanchez), Pedro, Messi

Sub Barcelona: Pinto, Montoya, Song, Thiago, Tello

Gol: 1-0 (57' Boateng), 2-0 (80' Muntari)

Kartu kuning: Mexes, Traore (Milan), Sergio Busquets, Pique (Barcelona)


Sumber : www.bolanews.com

Rabu, 20 Februari 2013

LIGA CHAMPIONS : Berkat Moutinho, Porto Tumbangkan Malaga

Gelandang serang FC Porto, Joao Moutinho. merayakan golnya ke gawang Malaga dalam laga perdana 16 besar Liga Champions di Stadion Dragao, Selasa (19/2/2013). Porto akhirnya menang 1-0.

FC Porto mengantongi kemenangan berharga di Stadion Dragao, Selasa atau Rabu (20/2/2013) dini hari WIB. Gol semata wayang Joao Moutinho sudah cukup membuat Malaga pulang dengan tangan hampa.

Sebelum pertandingan, Malaga memenangi empat dari 10 laga pada 2013. Namun, peringkat Liga BBVA mereka naik dari keenam menjadi keempat.

Sementara Porto mengandalkan Jackson Martinez. Pria berusia 26 tahun itu menjadi top scorer di Portugal dengan suntingan 20 gol plus tiga suntingan di Liga Champions

Dan, benar. Hanya dua menit setelah peluit kickoff ditiupkan Mark Clattenburg, Martinez mendapat peluang di depan area 16. Namun, tembakannya berhasil diblok pemain Malaga.

Pada menit ke-18, Porto nyaris memimpin. Dari sebuah sepak pojok, Silvestre Varela berdiri bebas dan berhasil mengirimkan sundulan. Namun, bola hanya menyisir muka gawang Malaga hingga menyamping tanpa berbuah maksimal.

Lima menit kemudian, bek Porto, Danilo, coba berspekulasi dengan sepakan jarak jauh. Bola hanya melambung melampaui gawang kawalan Wilfredo "Willy" Caballero.

Saat laga berjalan setengah jam, sepakan Joao Martinez mengarah tepat ke gawang Malaga. Namun, Willy dapat mengantisipasinya dengan posisi yang tepat.

Hingga menit ke-35, Porto menguasai 65 persen pertandingan dan mengurung pertahanan Malaga. Tak sekalipun pasukan Manuel Pellegrini diberi kesempatan keluar menyerang.

Enam menit sebelum turun minum, Danilo kembali melesakkan tembakan jarak jauh. Sayangnya, bola hanya menyamping di sebelah kanan jala Willy.

Sampai jeda, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Saat paruh kedua berjalan delapan menit, Porto kembali mendapatkan peluang. Kali ini, pemain pengganti dari Rusia, Marat Izmailov, gagal mencocor bola yang deras menyisir bibir gawang Malaga.

Tiga menit kemudian, Porto menuai hasil maksimal ketika umpan tarik Alex Sandro dislot dengan brilian oleh Moutinho. Caballero teperdaya sementara bola meluncur di antara kedua kakinya.

Pada menit ke-76, Lucho Gonzalez mencoba peruntungan dengan sepakan spekulasi. Bola melejit ke sasaran, tetapi Caballero gemilang mementahkan.

Hingga bubaran, skor 1-0 untuk Porto tak berubah. Raksasa Portugal itu pun mengantongi peluang besar melangkah ke 8 besar dan Malaga harus tampil sempurna memenangi pertandingan di Stadion La Rosaleda, dua pekan lagi, kalau masih berambisi melangkah ke perempat final.

Susunan Pemain
Porto (4-3-3):
1-Helton; 2-Danilo, 30-Nicolas Otamendi, 22-Eliaquim Mangala, 26-Alex Sandro; 3-Lucho Gonzalez, 25-Fernando, 8-Joao Moutinho; 15-Marat Izmailov (27-Christian Atsu 70), 9-Jackson Martinez, 17-Silvestre Varela (10-James Rodriguez 58)
Pelatih: Vitor Pereira

Malaga (4-4-2): 13-Wilfredo Caballero; 21-Sergio Sanchez, 5-Martin Demichelis, 3-Weligton, 25-Vitorino Antunes; 7-Joaquin (27-Francisco Portillo 63), 8-Jeremy Toulalan, 16-Manuel Iturra (6-Ignacio Camacho 78), 22-Isco; 10-Julio Baptista (12-Lucas Piazon 78), 24-Roque Santa Cruz
Pelatih: Manuel Pellegrini
Wasit: Mark Clattenburg (Inggris)

Sumber : kompas.com

LIGA CHAMPIONS : Tiga Gol Bayern Tumbangkan Arsenal


Gelandang Arsenal, Jack Wilshere (kiri) saat berada diantara para pemain Bayern Muenchen yang merayakan gol keduanya ke gawang The Gunners di babak 16 besar Liga Champions, Selasa (19/2/2013). Arsenal takluk 1-3 dari Bayern dalam laga tersebut.

Bayern Muenchen sukses mengalahkan Arsenal 3-1 pada babak 16 besar Liga Champions di Stadion Emirates, Selasa atau Rabu (20/2/2013). Tiga gol Bayern dicetak Toni Kroos, Thomas Muller, dan Mario Mandzukic. Sementara tim tuan rumah memangkas skor lewat Lukas Podolski.

Arsenal lebih dulu mengambil inisiatif menyerang. Pada menit ketiga, Jack Wilshere dengan cerdik mengirimkan umpan terobosan kepada Santi Cazorla di sisi kanan lapangan. Namun, kesempatan itu gagal membuahkan hasil karena bola umpan silang Cazorla masih dapat dipotong dengan baik oleh Manuel Neuer.

Terus diserang, Bayern mencoba keluar tekanan. Alhasil, usaha mereka pun membuahkan hasil karena Kroos mampu membungkam pendukung tim tuan rumah setelah sukses mencetak gol pada menit ketujuh. Memanfaatkan umpan silang Muller, Kross melepaskan tendangan first time yang tak mampu dihalau Szczesny.

Theo Walcott sempat membuat barisan pertahanan bekerja keras lima menit berselang. Berawal dari serangan balik, gelandang asal Inggris itu melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Bayern. Beruntung, kesempatan itu gagal dimanfaatkan dengan baik sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok bagi The Gunners.

Berusaha untuk menyamakan kedudukan, Arsenal justru harus kembali kebobolan pada menit ke-21 lewat kreasi Muller. Berawal dari tendangan pojok yang kemudian disambut sundulan Daniel van Buyten. Namun, Szczesny tak sempurna menepis bola sundulan itu yang kemudian langsung disambar Muller untuk mengubah skor menjadi 2-0 untuk Bayern.

Ketinggalan dua gol, tim tuan rumah kembali mencoba menekan Bayern untuk memangkas selisih skor. Namun, sejumlah peluang Theo Walcott dan kawan-kawan kerap menemui kebuntuan karena barisan pertahanan tim tamu tampil cukup disiplin.

Pada menit ke-37 misalnya, ketika Walcott mendapatkan peluang setelah mampu memanfaatkan kesalahan pemain belakang Bayern, David Alaba. Namun, setelah beraksi menusuk jantung pertahanan Bayern, bola tendangannya masih dapat diblok bek lawan.

Selepas turun minum, Arsenal akhirnya mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui gol Podolski pada menit ke-55. Bomber asal Jerman itu sukses menyarangkan bola ke gawang Neuer setelah mampu memaksimalkan umpan tendangan pojok Jack Wilshere.

Di paruh kedua ini, permainan Arsenal membaik. Banyak mengandalkan aksi Walcott dan Cazorla di sisi sayap, The Gunners beberapa kali mampu membuat barisan pertahanan Bayern harus bekerja keras. Sementara tim tamu sendiri terlihat mengandalkan serangan balik yang cepat.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, pun memasukan Thomas Rosicky dan Olivier Giroud di pertengahan babak ini untuk menambah daya gedor skuadnya. Perubahan itu hampir saja membuahkan hasil jika bola tendangan Giroud menerima umpan Walcott tidak dapat ditahan dengan baik oleh Neuer pada menit ke-72.

Namun, lagi-lagi barisan belakang Arsenal kurang konsentrasi ketika mengawal para bomber Bayern. Berawal dari aksi Robben di lapangan tengah. Ia kemudian memberikan umpan kepada Philipp Lahm yang langsung mengirimkan bola ke kotak penalti. Dengan cepat Mandzukic pun menyerobot bola umpan itu untuk kembali memperlebar jarak menjadi 3-1 untuk timnya.

Arsenal sempat mendapatkan hadiah tendangan bebas pada menit-menit akhir pertandingan, yang berujung kepada tendangan Cazorla dari sisi kiri lapangan. Namun, bola tendangannya tersebut masih dapat diblok barisan belakang Bayern. Skor 3-1 untuk Bayern pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Arsenal menguasai bola sebanyak 54 persen dan menciptakan delapan tembakan akurat dari 11 usaha. Adapun Bayern melepaskan delapan peluang emas dari 16 percobaan.

Susunan Pemain:
Arsenal (4-2-3-1):
1-Wojciech Szczesny, 3-Bacary Sagna, 4-Per Mertesacker, 5-Thomas Vermaelen, 6-Laurent Koscielny, 8-Mikel Arteta, 10-Jack Wilshere, 14-Theo Walcott, 16-Aaron Ramsey (7-Thomas Rosicky 70), 19-Santi Cazorla, 9-Lukas Podolski (12-Olivier Giroud 72).
Pelatih: Arsene Wenger.

Bayern (4-5-1): 1-Manuel Neuer, 4-Dante, 5-Daniel Van Buyten, 21-Philipp Lahm, 7-Franck Ribery (10-Arjen Robben 63), 8-Javi Martínez, 25-Thomas Muller, 27-David Alaba, 31-Bastian Schweinsteiger, 39-Toni Kroos (30-Luis Gustavo 73), 9-Mario Mandzukic.
Pelatih: Jupp Heynckes.

Wasit: Svein Oddvar Moen (Norwegia).

Sumber: kompas.com

Kamis, 15 Maret 2012

Liga Champions : Ronaldo 2 Gol, Madrid ke Perempat Final


Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, merayakan gol pertamanya (dari dua) ke gawang CSKA Moskwa, pada pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Rabu (14/3/2012).

MADRID,  Real Madrid berhasil melangkah ke babak perempat final Liga Champions setelah mengalahkan CSKA Mokswa 4-1 (agregat 5-2) di Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (15/3/2012) dini hari WIB.

Tuan rumah membuka skor melalui penyerang Gonzalo Higuain pada menit ke-26. Mendapat umpan matang dari Kaka di sisi kanan, Higuain melakukan tendangan kaki kanan keras dan membobol gawang CSKA, membawa Madrid unggul 1-0.

Sepanjang pertengahan babak pertama Madrid lebih mendominasi permainan. Mereka banyak menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang melalui kombinasi Cristiano Ronaldo, Ozil, dan Kaka. Sementara itu, CSKA terlihat hanya mengandalkan serangan balik yang tidak terlalu membahayakan pertahanan Madrid.

Memasuki menit-menit akhir, Madrid tetap menguasai permainan, tetapi CSKA sesekali melakukan serangan. Hanya saja, pertahanan Madrid masih sulit dibongkar.

Selepas turun minum, Madrid mempertahankan permainannya dengan tampil dominan dan menekan. Pada menit ke-49, Madrid kembali mendapat peluang setelah Ronaldo berhasil lepas dari jebakan offside. Sayang, tendangannya mampu dihalau cukup baik oleh kiper Sergey Chepchugov yang tampil cukup gemilang pada pertandingan kali ini.

Enam menit berselang, akhirnya Chephugov tidak berdaya saat menahan tendangan keras Ronaldo dari luar kotak penalti. Tendangan Ronaldo sebenarnya dapat dikuasai. Namun, karena tangkapannya kurang sempurna, bola kemudian lepas dan masuk ke dalam gawang, yang mengubah skor menjadi 2-0.

Pada menit ke-70, pemain pengganti Karem Benzema mampu memaksa kiper Chephugov memungut bola untuk ketiga kalinya dari gawangnya. Pemain asal Perancis itu mencetak gol dengan tendangan terarahnya dari sisi kanan kotak penalti CSKA.

Setelah terus ditekan, pada menit ke-77 CSKA mampu melancarkan serangan balik. Upaya mereka membuahkan hasil untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-3. Setelah berhasil mengecoh bek Pepe, Zoran Tosic kemudian melepaskan tendangan keras ke arah pojok kanan atas gawang yang tidak mampu dihalau kiper Casillas.

Memasuki injury time, Madrid kembali memantapkan keunggulannya menjadi 4-1 melalui Cristiano Ronaldo. Menerima umpan matang dari Benzema, mantan pemain Manchester United itu dengan mudah menceploskan bola ke gawang CSKA. Skor itu pun tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Menurut cataan UEFA, selama pertandingan, Madrid menguasai bola sebanyak 63 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 15 usaha. Adapun CSKA mlepaskan tiga tembakan akurat dari tujuh percobaan.

Susunan Pemain:
Real Madrid: 1-Iker Casillas, 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 12-Marcelo, 17-Alvaro Arbeloa, 14-Xabi Alonso, 6-Sami Khedira, 7-Cristiano Ronaldo, 10-Mesut Oezil, 20-Gonzalo Higuain (9-Karim Benzema 70), 8-Kaka (11-Esteban Granero 76).

CSKA Moskwa : 1-Sergey Chepchugov, 4-Sergei Ignashevich, 24-Vasili Berezutsky, 42-Georgy Shennikov, 6-Alexei Berezutsky, 22-Yevgeny Aldonin (17-Pavel Mamayey 45), 3-Pontus Wernbloom, 21-Zoran Tosic, 18-Ahmed Musaab (26-Sekao Oliseh 60), 8-Seydou Doumbia, 10-Alan Dzagoev

Wasit: Stephane Lannoy


Liga Champions : Setelah 120 Menit, Chelsea ke Perempat Final

Penyerang Chelsea, Didier Drogba (kiri), membobol gawang Napoli, pada pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions, di Stamford Bridge, Rabu (14/3/2012).


LONDON,  Chelsea lolos ke perempat final Liga Champions, setelah menang 4-1 (agregat 5-4) atas Napoli pada leg kedua 16 besar Liga Champions, Rabu atau Kamis (15/3/2012) dini hari WIB.

Chelsea yang butuh kemenangan langsung menekan sejak awal. Pada menit ke-5, Daniel Sturridge sudah memaksa kiper Morgan De Sanctis untuk bekerja keras menyelamatkan gawangnya.

Memasuki menit ke-10, Napoli bangkit. Marek Hamsik hampir saja mencetak gol jika tembakannya tak mampu diblok oleh kiper Chelsea, Petr Cech.

Empat menit berselang, giliran peluang dari Ezequiel Lavezzi yang dimentahkan Cech. Cech lagi-lagi menjadi pahlawan timnya dengan menahan bola hasil tembakan Hamsik dari jarak 18 meter.

Terus menekan, gawang Napoli justru bobol pada menit ke-28. Umpan silang dari Ramires disambar tandukan oleh Didier Drogba yang tak mendapat pengawalan dari bek Napoli.

Chelsea menambah keunggulan mereka pada menit ke-47. Kali ini melalui sundulan John Terry yang membobol gawang De Sanctis seusai menerima bola hasil sepak pojok Frank Lampard.

Napoli tak tinggal diam. Sepakan keras kaki kanan Gokhan Inler pada menit ke-55 tak mampu dihalau pemain Chelsea. Cech yang bersiaga di bawah mistar gawang Chelsea hanya bisa terpana melihat bola masuk ke gawangnya.

Lampard kembali membuka peluang Chelsea pada menit ke-75 lewat titik putih. Penalti diberikan setelah Andrea Dossena menyentuh bola dengan tangannya di kotak terlarang. Sayang, hingga babak normal berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta dan membuat pertandingam harus diteruskan lewat babak tambahan.

Fernando Torres punya kesempatan emas untuk mencetak gol. Umpan jauh dari Ramires salah diantisipasi oleh De Sanctis yang telanjur maju meninggalkan gawangnya. Bola berhasil diterima Torres yang sayangnya belum mempunyai akurasi yang bagus.

Chelsea akhirnya mampu menambah keunggulan pada menit ke-105. Branislav Ivanovic yang maju ke depan berhasil menyambar umpan dari Drogba.

Empat menit berselang, Torres mencoba untuk menambah perbendaharaan gol Chelsea. Sayang, bola masih lemah dan tepat ke arah pelukan De Sanctis. Hingga pertandingan berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta.

Menurut catatan UEFA, selama 120 menit, Chelsea menguasai bola sebanyak 65 persen dan menciptakan delapan peluang emas dari 20 usaha. Adapun Napoli melepaskan lima tembakan akurat dari 20 percobaan.

Susunan pemain
Chelsea
: 1-Petr Cech, 26-John Terry (17-Jose Bosingwa 98), 4-David Luiz, 3-Ashley Cole, 2-Branislav Ivanovic, 8-Frank Lampard, 5-Michael Essien, 7-Ramires, 23-Daniel Sturridge (9-Fernando Torres 63), 11-Didier Drogba, 10-Juan Mata (15-Florent Malouda 95)

Napoli: 1-Morgan De Sanctis, 28-Paolo Cannavaro, 6-Salvatore Aronica (16-Eduardo Vargas 111), 14-Hugo Armando Campagnaro, 88-Gokhan Inler, 23-Walter Gargano, 18-Juan Zuniga, 11-Christian Maggio (8-Andrea Dossena 37), 7-Edinson Cavani, 22-Ezequiel Lavezzi, 17-Marek Hamsik (29-Goran Pandev 106)


Rabu, 14 Maret 2012

Liga Champions : Gomez "Quad-trick", Bayern ke Perempat Final

Penyerang Mario Gomez (kanan) mencetak gol ketiga Bayern Muenchen, saat menghadapi Basel, pada leg 
kedua 16 besar Liga Champions, di Allianz Arena, Selasa (13/3/2012).

Penyerang Mario Gomez mencetak empat gol, yang ikut menentukan keberhasilan Bayern Muenchen menang 7-0 atas Basel, pada leg kedua 16 besar Liga Champions, di Allianz Arena, Selasa (13/3/2012). Dengan hasil tersebut, Bayern melaju ke perempat final dengan agregat 7-1. 

Pesta gol tuan rumah dibuka oleh Arjen Robben pada menit ke-11. Ia menaklukkan Yann Sommer dengan tendangan kaki kiri dari tengah kotak penalti, memanfaatkan bola hasil tembakan Thomas Mueller yang terblok.

Mueller menggandakan keunggulan Bayern pada menit ke-42. Dari jarak dekat, ia membelokkan umpan Robben masuk ke sudut kiri bawah gawang dengan tendangan kaki kanan.

Semenit menjelang turun minum, giliran Mario Gomez yang menyarangkan bola di gawang Sommer. Bermula dari situasi bola mati, Holger Badstuber mengirim umpan ke depan gawang, yang disepak Gomez masuk ke sudut kanan bawah gawang Basel.

Gomez kembali masuk daftar pencetak gol pada menit ke-50. Dengan kaki kirinya, ia melesatkan umpan silang Franck Ribery masuk ke sudut kanan atas gawang Sommer.

Gol ketiga Gomez tercipta pada menit ke-61. Ia menaklukkan Sommer dengan sundulan, lagi-lagi dengan memanfaatkan umpan silang Ribery.

Pada menit ke-67, Sommer kembali memungut dari dalam gawangnya bola hasil tembakan kaki kiri Gomez. Sekali lagi, assist tercatat atas nama Ribery.

Pesta gol Bayern ditutup oleh Robben pada menit ke-81. Dari tengah kotak penalti, ia menembakkan bola kiriman Bastian Schweinsteiger masuk ke sudut kanan bawah gawang Basel.

Menurut catatan UEFA, selama pertandingan Bayern menguasai bola sebanyak 59 persen dan menciptakan 16 peluang emas dari 24 usaha. Adapun Basel melepaskan satu tembakan akurat dari enam percobaan. 

Susunan pemain
Bayern:
 1-Manuel Neuer; 28-Holger Badstuber, 17-Jerome Boateng, 27-David Alaba, 21-Philipp Lahm; 39-Toni Kroos, 30-Luis Gustavo Dias, 7-Franck Ribery (23-Danijel Pranjic 79), 10-Arjen Robben (44-Anatoliy Tymoschuk 82); 33-Mario Gomez, 25-Thomas Mueller (31-Bastian Schweinsteiger 70)

Basel: 1-Yann Sommer; 6-Aleksandar Dragovic, 19-David Angel Abraham, 3-Joo-Ho Park, 27-Markus Steinhofer (4-Philipp Degen 70); 34-Granit Xhaka, 24-Cabral, 20-Fabian Frei (14-Valentin Stocker 62), 17-Xherdan Shaqiri (31-Jacques Zoua 80); 9-Marco Streller, 13-Alexander Frei

Wasit: Mark Clattenburg 

Liga Champions : Deschamps Puas Singkirkan Inter

AFP
Pelatih Marseille, Didier Deschamps, pada konferensi pers menjelang pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Inter Milan, Senin (12/3/2012).

Pelatih Marseille Didier Deschamps mengaku senang dan puas setelah anak asuhnya memastikan diri lolos ke perempat final Liga Champions setelah menyingkirkan Inter Milan. Hasil tersebut menurutnya adalah sesuatu yang sangat luar biasa untuknya.

Dalam pertandingan yang digelar di Giuseppe Meazza, Selasa atau Rabu (14/3/2012) dini hari WIB, tersebut, Inter memenangi pertandingan dengan skor 2-1. Akan tetapi, Marseille yang berhak lolos berkat unggul gol tandang. Dalam laga leg pertama di Stadion Velodrome, Marseille tak membiarkan Inter menjebol gawang mereka dengan kemenangan 1-0.

"Pemain tahu apa yang harus mereka lakukan. Ini adalah pertandingan yang sulit dan kita tidak memiliki banyak peluang meskipun kami memiliki sejumlah penyerang bagus," ujar Deschamps seperti dilansir Football Italia.

"Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, apa yang kita capai di sini. Inter adalah tim besar dan kami tim kecil, jadi ini (lolos) sangat memuaskan. Apalagi setelah mengalami sejumlah momen yang sulit di Ligue 1," tuturnya.

Dalam pertandingan tersebut, kedua tim hampir memainkan perpanjangan waktu. Pasalnya, hingga memasuki menit ke-90, Inter masih unggul 1-0. Pemain pengganti Brandao mampu menjadi pahlawan bagi Marseille setelah mencetak gol pada menit ke-92. Meskipun sempat kembali unggul melalui penalti Giampaolo Pazzini, hasil itu cukup untuk meloloskan Marseille.

"Kami datang dengan sejumlah masalah karena tiga pemain mengalami cedera dan beberapa pemain juga baru kembali dari Piala Afrika. Meski skuad kami tidak kuat seperti Inter, kami ingin bertarung habis-habisan dalam laga itu," katanya Deschamps.

"Saya selalu mengatakan ke setiap pemain agar tidak gampang menyerah dan mereka juga menerapkan teknik yang baik hari ini. Kami mengerti dapat mencetak gol di pertandingan ini kami akan dapat lolos ke babak selanjutnya," ucapnya. 

Liga Champions : Inter Menang 2-1, Marseille yang Lolos


Inter Milan mencoba menekan dan menyebabkan kemelut terjadi di depan gawang Marseille pada leg kedua babak 16 bsar Liga Champions, Selasa atau Rabu (14/3/2012) dini hari WIB. Inter menang 2-1, tapi kalah gol tandang dengan agregat 2-2. Marseille pun berhak ke perempat final.


Inter Milan gagal lolos ke perempat final meski menang 2-1 (agregat 2-2) atas Olympique Marseille dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa atau Rabu (14/3/2012) dini hari WIB. Inter gagal karena kalah gol tandang.

Meski tampil di depan pendukung lawan, Marseille tak minder menghadapi Inter. Bahkan, pada menit ke-2 pasukan Didier Deschamps sudah membuat kiper Inter, Julio Cesar, kewalahan. Kiper asal Brasil tersebut harus susah payah mematahkan bola tembakan kaki kiri Mathieu Valbuena.

Inter langsung membalas. Pada menit ke-8, Wesley Sneijder punya peluang emas untuk mencetak gol. Berdiri bebas di dalam kotak penalti Marseille, Sneijder melepaskan tembakan dengan kaki kanannya, memanfaatkan bola rebound. Sial, kiper Steve Mandanda masih sanggup untuk membloknya.

Mandanda kembali melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-11. Kali ini bola hasil sodokan dada Diego Milito yang ia mentahkan untuk mengamankan gawangnya.

Namun, setelah itu, Inter kesulitan untuk menembus pertahanan lawan. Bahkan, pasukan Claudio Ranieri ini kerap mendapat tekanan dan ancaman dari Marseille. Beruntung, tak ada ancaman berarti yang diterima gawang Inter.

Peluang terakhir Inter di babak pertama diciptakan oleh Wesley Sneijder pada menit ke-45 lewat tendangan bebas terukur. Sayang, bola yang masih lemah membuat ancaman tersebut tak begitu berarti bagi Mandanda.

Inter sempat mentok hingga menit ke-76. Serangan demi serangan yang mereka bangun selalu dipatahkan bek lawan. Barulah pada menit ke-76 Inter mampu memecah kebuntuan.

Diego Milito mampu memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Marseille. Dengan kaki kanannya, Milito mengantarkan bola ke dalam gawang Mandanda.

Pada menit ke-81, Dejan Stankovic mencoba peruntungannya. Pemain asal Serbia ini melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola memang mengarah ke gawang, tetapi terlalu lemah sehingga dengan mudah ditangkap Mandanda.

Pada menit ke-85, giliran Maicon yang berspekulasi. Lewat tendangan bebas, Maicon melepaskan bola dengan tembakan kaki kanannya. Tetapi, lagi-lagi upaya ini tak berbuah manis setelah bola dimentahkan oleh Mandanda.

Marseille membuat publik Inter terdiam setelah pemain pengganti Brandao mencetak gol pada menit ke-92. Menerima umpan panjang dari Mandanda, Brandao yang baru masuk pada menit ke-88 berhasil unggul atas Lucio dan Samuel dalam perebutan bola, sebelum menundukkan Julio Cesar.

Inter kembali unggul 2-1 setelah pada menit ke-95 Giampaolo Pazzini berhasil mengeksekusi penalti. Hadiah penalti diberikan setelah Mandanda melanggar Pazzini di kotak terlarang. Selain penalti, wasit juga mengeluarkan kartu merah untuk Mandanda. Sayang, gol ini tetap tak bisa membawa Inter lolos ke babak berikutnya karena kalah gol tandang.

Susunan pemain
Inter
: 1-Julio Cesar, 25-Walter Samuel, 6-Lucio, 55-Yuto Nagatomo, 13-Maicon, 18-Andrea Poli (19-Esteban Cambiasso 74), 10-Wesley Sneijder (20-Joel Obi 58), 5-Dejan Stankovic, 4-Javier Zanetti, 22-Diego Milito, 9-Diego Forlan (7-Giampaolo Pazzini 58)

Marseille: 30-Steve Mandanda, 3-Nicolas N'Koulou, 21-Souleymane Diawara, 15-Jeremy Morel, 2-Cesar Azpilicueta, 17-Stephane M'Bia, 4-Alou Diarra, 20-Andre Ayew (1-Gennaro Bracigliano 95), 18-Morgan Amalfitano (9-Brandao 88), 11-Loic Remy, 28-Mathieu Valbuena (7-Benoit Cheyrou 76) 

Tangis Bung Hatta untuk Sepak Bola Indonesia

 

PLEIN van Rome, lapangan luas yang terletak di alun-alun Kota Padang, menjadi saksi bisu kecintaan Bung Hatta terhadap sepak bola. Semasa hidupnya, Wakil Presiden RI pertama itu merupakan salah satu tokoh nasional yang menggemari olahraga tersebut. Melalui kepengurusan sepak bola saat bersekolah di MULO jugalah Hatta pertama kali belajar untuk berorganisasi hingga sebutan "Bapak Koperasi" disematkan kepada dirinya.

Di masa remaja, Hatta sempat bergabung dalam klub sepak bola bernama Young Fellow. Meski berisi sejumlah anak Belanda, Hatta mampu tampil menonjol dan mampu memberikan prestasi. Juara Sumatera Selatan selama tiga tahun berturut-turut serta julukan "Onpas Seerbar" (Sukar Diterobos) dari orang Belanda adalah bukti kehebatan Hatta dalam sepak bola.

"Saya bermula bermain sepak bola di tanah lapang, dengan memakai bola biasa yang agak kecil ukurannya, bola kulit yang dipompa. Saban sore pukul 17.00, saya sudah di tanah lapang. Kalau tidak bermain sebelas lawan sebelas, kami berlatih menyepak bola dengan tepat ke dalam gawang dan belajar menembak ke gawang," tulis Hatta dalam buku Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.

Salah seorang teman Hatta, Marthias Doesky Pandoe, wartawan kelahiran Padang, dalam bukuHatta: Jejak yang Melampaui Zaman, disebut menyimpan banyak kenangan semasa Hatta masih remaja. Menurut Marthias, sejumlah teman Hatta yang pernah ditemuinya sering bercerita bahwa Sang Proklamator itu adalah gelandang tengah yang cukup tangguh.

Bahkan, kegemaran Hatta pada sepak bola berlanjut ketika dirinya menjadi salah satu tokoh politik penting dalam sejarah Indonesia. Dia tidak pernah absen menonton sejumlah pertandingan besar. Ketika diasingkan oleh kolonial Belanda ke Boven Digul pada 1935, ia bersama Sutan Sjahrir masih menyempatkan bermain sepak bola.

Hatta juga sempat membuat Bung Karno terpojok dan keteter saat beradu argumentasi mengenai kekalahan PSSI saat melawan kesebelasan Aryan Ghimkanna dari India di Stadion Ikada (sekarang Monas). Guntur Soekarno Putera yang ikut menonton pertandingan itu, dalam buku Pribadi Manusia Hatta, seri 10, lantas menyematkan judul "Nonton Bola, Apa Tafakur?" untuk menggambarkan keseriusan Hatta dalam urusan sepak bola.

Hingga hari tuanya, sepak bola pun masih menjadi bagian hidup Hatta. Pada awal 1970-an, saat Pandoe berkunjung ke rumah Hatta, tuan rumah berkata, "Di mana letak Plein van Rome sekarang?" Pandoe pun menjawab bahwa lapangan bola tersebut masih ada, tetapi kini telah menjadi alun-alun Kota Padang. Namanya sudah berganti menjadi Lapangan Imam Bonjol, yang berlokasi tepat di Kantor Balaikota Padang.

Semangat Nusantara

Dari sepenggal cerita tersebut, pasti timbul pertanyaan bagaimana jika Hatta melihat kondisi sepak bola nasional saat ini. Sebagai pencinta sepak bola sejati, Hatta pasti sedih dan mungkin saja menitikkan air matanya. Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika kita tarik ke belakang, sepak bola di masa Hatta, menjadi semangat tersendiri bagi anak bangsa. Kala itu, sepak bola bukan sebagai ajang pertarungan gengsi kepentingan pribadi seperti sekarang ini.

Pada masa penjajahan Belanda, pemuda Nusantara mengerti betul bahwa kehormatan sebagai bangsa bukan cuma urusan perang senjata, melainkan juga sepak bola. Atas semangat itulah, Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (sekarang PSSI) dibentuk pada 19 April 1930 sebagai wadah kesatuan untuk menegakkan martabat bangsa. Meski baru dibentuk, para pengurus di bawah kepemimpinan Ir Soeratin Sosrosoegondo itu telah memiliki konsep jelas bahwa sepak bola tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga sebagai prestasi.

Koran Bintang Mataram edisi 22-44 April 1930, yang dikutip dari buku Kenang-kenangan 50 Tahun PSSI, melaporkan, salah satu misi berdirinya PSSI adalah sebagai jendela kebangsaan dan salah satu pintu gerbang menuju kemerdekaan. Dengan tujuan itu, jelas organisasi tersebut murni dibentuk dengan suatu kebanggaan akan semangat nasionalisme yang tinggi.

Alhasil, kompetisi pun dibuat bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan demi harga diri. Berkat kompetisi itulah, Nusantara mampu berbicara kepada dunia. Dengan memakai bendera Dutch East Indies (Hindia Belanda), pemuda Nusantara menunjukkan bahwa Asia telah mengenal olahraga yang begitu digandrungi di Eropa melalui keikutsertaannya di Piala Dunia 1938. Nusantara kemudian menjadi pionir bagi Asia yang ingin unjuk gigi di hadapan penghuni bumi.

Pascakemerdekaan, Jepang dan Korea Selatan pernah merasakan dipermak 4-0 oleh pemuda Nusantara. Di Merdeka Games 1969, Taiwan pun harus bertekuk lutut kepada Soetjipto Soentoro dan kawan-kawan dengan skor 11-1. Medali emas SEA Games 1987 dan 1991 juga direbut Indonesia. Sejumlah prestasi itu, Nusantara jelas dapat membusungkan dada di antara negara Asia, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, Jepang, hingga daratan Korea.

Bahkan, Jepang yang luluh lantah akibat Perang Dunia II tak malu untuk meniru Indonesia yang berstatus sebagai eks jajahannya. Mereka rela menyingkirkan gengsi sebagai penguasa Asia saat menjajah Nusantara selama 3,5 tahun lamanya. Dengan meniru sistem kompetisi Galatama pada akhir 1970-an hingga awal 1990-an, Negeri Sakura mampu meraih sukses melalui J-League miliknya dan dapat bertransformasi menjadi salah satu kekuatan Asia hingga kancah Piala Dunia.

Mimpi Indonesia

Lantas bagaimana dengan Indonesia saat ini?  Hatta memang tidak sempat menyaksikan gemilangnya prestasi terakhir anak bangsa saat meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila. Namun, Hatta mengerti bagaimana menjadi seseorang yang mencintai sepak bola yang memiliki kejujuran, kesederhanaan, serta tanggung jawab yang besar bagi negara. Hal inilah yang harusnya dijadikan suri teladan oleh sejumlah pengurus sepak bola di kompleks Senayan.

Semenjak SEA Games 1991, kondisi sepak bola nasional seperti tenggelam dalam sejarah kelam. Teranyar, lihat saja bagaimana bangsa ini diperbincangkan seluruh isi bumi saat menelan kekalahan 0-10 dari Bahrain di Pra-Piala Dunia yang menyakitkan hati. Belum lagi, istilah "spesialis final" mulai disematkan kepada Indonesia. Negeri ini kembali mengalami kegagalan di final turnamen Hassanal Bolkiah Trophy pekan lalu. Kini, satu per satu negara Asia sudah bisa menari karena prestasi, sementara kegemilangan Indonesia tinggal menjadi kenangan.

Lalu, kenapa di tengah majunya negara Asia justru Indonesia mengalami kemunduran prestasi luar biasa? Memang, banyak faktor mengenai anomali prestasi ini. Tetapi, rasanya tidak logis jika pemain dan pelatih yang disalahkan atas sejumlah kegagalan. Pengurus sepak bola yang berseterulah juga harus dituntut tanggung jawabnya, berkat ulahnya membuat dualisme kompetisi, pertarungan politik, dan konflik tiada henti.

Dengan adanya dualisme kompetisi, pilihan untuk mengisi pemain terbaik di timnas pasti akan menjadi masalah tersendiri. Sejumlah pengurus itu bahkan terkesan lebih mirip politisi dibanding pamong olahraga sejati.

Masa lalu sepak bola kita padahal memberi banyak teladan. Lihat saja di era 1960 hingga 1980-an,  kelanjutan prestasi dari timnas yunior ke senior terlihat secara gamblang. Talenta muda Nusantara mampu meraih prestasi di kejuaraan Piala Asia Yunior (juara 1962, runner-up 1967, 1970), dan tiga kali berturut-turut meraih gelar Kejuaraan Pelajar Asia (1984, 1985, 1986). Prestasi itu bisa berlanjut ke timnas senior di era 1980 hingga 1990-an.

Tentunya, prestasi itu bisa berlanjut karena adanya kebesaran hati sejumlah pengurus PSSI yang mampu membangkitkan nasionalisme pemain yang juga membuat daya juang pemain meningkat. Pengurus rela hanya menerima honorarium selama pelatnas dan tidak menerima gaji tetap. Untuk soal dana, mereka hanya mengandalkan jualan karcis jika bertanding melawan tim-tim besar dan sedikit bantuan dari sejumlah penggila bola yang ingin menaikkan martabat bangsa di Asia.

Kebesaran hati dan keinginan untuk menaikkan martabat bangsa itulah yang hilang dewasa ini. Padahal, banyak sekali talenta muda yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Lihatlah bagaimana timnas U-17 bisa meraih gelar juara di invitasi sepak bola Hongkong pada awal 2002, atau tim muda di sejumlah gelaran Piala Dunia Danone yang mampu mengalahkan sejumlah tim Eropa. Jika sudah begini, prestasi para talenta muda justru dijadikan komoditas politik untuk saling klaim dan pamer kesuksesan.

Perseteruan PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang saling adu strategi dan kemampuan dalam berkonflik itu telah membuat Indonesia seperti kembali ke masa penjajahan Belanda dengan taktik devide et empera. Gigihnya pengurus dua organisasi itu dalam kisruh justru membelah persatuan anak bangsa. Terlalu banyak intrik demi mencari kekuasaan daripada meraih kesuksesan. Prestasi pun hanya menjadi mimpi di balik kotornya permainan politik demi kepentingan pribadi.

Contohlah Hatta

Harusnya setiap pengurus PSSI maupun KPSI dapat mencontoh Hatta yang mampu menyingkirkan emosi serta kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa. Lihat saja bagaimana Hatta rela melakukan negosiasi dengan Belanda, yang telah menjajah ratusan tahun, dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada 1949. Kerelaan itu pun berbuah nyata, yaitu kemerdekaan Indonesia!

Belum lagi ketika Hatta dengan sikap kesatria mengundurkan diri dari posisi Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956 karena tidak sepaham dengan pandangan politik Bung Karno. Hatta sadar, bila bertahan dalam perbedaan dengan Bung Karno, justru bakal memperkeruh pemerintahan republik yang masih muda usia. Tujuannya pun jelas, yakni agar bangsa tidak terpecah belah.

Padahal, Hatta sebenarnya mempunyai sejumlah alasan kuat untuk menolak berunding dengan Belanda yang telah membuat rakyat Indonesia sengsara hampir 3,5 abad lamanya, ataupun menolak pandangan Bung Karno. Alasan itu pun jauh lebih kuat dibanding alasan statuta FIFA yang dipegang oleh PSSI dan KPSI.

Coba tanyakan ke masyarakat, apa yang diharapkan dari sepak bola Indonesia saat ini? Sebagian besar jawaban pastinya adalah mendapat prestasi, bukan mimpi, bukan pula konflik yang tiada henti. Masyarakat sejatinya saat ini tidak butuh sejumlah alasan dari pengurus sepak bola yang hanya sibuk dengan kepentingan pribadinya.

Sudah cukup bangsa ini menanggung malu, apalagi dengan hasil mengecewakan di Pra-Piala Dunia 2014 dan sejumlah final di kejuaran tingkat Asia itu. Harusnya kedua pengurus itu mengilhami ucapan Hatta bahwa jatuh bangunnya prestasi negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri.

Sekarang ratusan juta penduduk Indonesia menunggu apakah PSSI dan KPSI mau meniru kebesaran hati, kepedulian, dan jiwa kepahlawanan seorang pencinta sepak bola seperti Bung Hatta yang hari ini tepat 32 tahun meninggalkan kita, atau hanya tetap menjadi penyumbang duka sepak bola Indonesia....

"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta...." - Mohammad Hatta

(Kompas.com)

Minggu, 11 Maret 2012

Tontowi/Liliyana Juara All England



Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kanan), dan Liliyana Natsir.


JAKARTA, Pemain ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tampil sebagai juara turnamen All England, Minggu (11/3/2012).

Pasangan pelatnas Cipayung ini menang dua gim langsung 21-17, 21-19 atas pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.

Kemenangan ini sekaligus menghapus paceklik gelar buat pemain Indonesia di ajang ini.

Terakhir, pemain Indonesia juara di turnamen ini pada tahun 2003 lewat pasangan ganda putra Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

Tontowi/Liliyana menjadi ganda campuran Indonesia pertama yang menjadi juara setelah pasangan Christian Hadinata/Imelda Wiguna, pada tahun 1979.

Liga Italia: Seri Lagi, Juve Makin Tertinggal dari Milan



Pemain Juventus, Emanuele Giaacherini, menghindari takel pemain Genoa, Marco Rossi, pada lanjutan Liga Serie-A, Minggu (11/3/2012). Pertandingan berakhir seri 0-0.

GENOA,  Juventus memperpanjang rekor seri mereka setelah hanya bermain imbang 0-0 dengan Genoa dalam laga Serie-A, Minggu (11/3/2012). Hasil ini semakin menjauhkan mereka dari sang pemuncak klasemen, AC Milan.

Hasil seri ini membuat Juventus tertahan di posisi kedua dengan 53 poin, tertinggal empat poin dari Milan. Sementara Genoa menduduki posisi ke-12 dengan 33 poin. Di tempat lain, Milan menang 2-0 atas Lecce.

Pertandingan baru berjalan satu menit, Genoa sudah mampu mengancam gawang Juventus. Tembakan terarah dari Rodrigo Palacio membuat kiper Gianluigi Buffon harus bersusah payah menyelamatkan gawangnya.

Pada menit keenam, Juve membalas. Melalui kaki kanan Simone Pepe, Juventus mengancam gawang tuan rumah. Beruntung bagi Genoa, kiper Sebastian Frey berhasil mengantisipasi ancaman tersebut.

Beberapa saat kemudian, pemain Juventus kembali membuat Frey bekerja keras. Kali ini kiper asal Perancis tersebut harus jatuh bangun dalam mematahkan aksi Claduio Marchisio.

Juventus terus mengempur pertahanan tuan rumah. Dua kali Andrea Pirlo melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Namun keduanya masih belum menemui sasaran.

Bosko Jankovic mendapat kesempatan untuk membawa Genoa unggul pada menit ke-42. Bola hasil tembakan kaki kanannya sebenarnya sudah mengarah tepat sasaran. Namun, Buffon membuat skor 0-0 tak berubah.

Babak kedua berjalan delapan menit, Juventus mendapat kesempatan untuk mencetak gol. Bola hasil tandukan Mirko Vucinic sebenarnya sudah tak bisa dijangkau oleh Frey. Sayang, masih ada mistar gawang yang mengagalkan kesempatan Juve untuk membuka keunggulan.

Tiga menit kemudian, giliran Pirlo yang mencoba peruntungan. Namun, usahanya gagal setelah bola hasil sepakan kaki kanannya masih mampu dimentahkan Frey. Juventus kembali sial. Peluang emas dari Pepe kembali gagal berbuah gol setelah bola hanya membentur tiang gawang.

Juventus tak berhenti berusaha. Pada menit ke-69, Claudio Marchisio melepaskan tembakan ke arah gawang dengan kaki kanannya. Bola meluncur deras, namun masih bisa diblok oleh Frey sehingga hanya berbuah sepak pojok untuk Juventus.

Genoa bukan tanpa peluang. Pada menit ke-75, Kucka melayangkan tembakan kaki kanan ke arah gawang. Namun, bola masih bisa diamankan oleh Buffon.

Juventus yang terus menguasai laga akhirnya harus menerima kenyataan gagal membobol gawang tuan rumah. Hingga pertandingan berakhir, skor 0-0 ternyata tak berubah.

Susunan pemain:
Genoa
: Sebastien Frey, Kakha Kaladze, Rogerio Carvalho, Emiliano Moretti, Marco Rossi, Davide Biondini (Fernando Belluschi 89), Juraj Kucka, Giuseppe Sculli (Giandomenico Mesto 46), Bosko Jankovic (Kevin Constant 61), Rodrigo Palacio, Alberto Gilardino

Juventus: Gianluigi Buffon, Arturo Vidal, Martín Caceres, Paolo De Ceglie, Stephan Lichtsteiner, Andrea Pirlo, Claudio Marchisio, Emanuele Giaccherini (Marco Borriello 88), Mirko Vucinic, Alessandro Matri (Allesandro Del Piero 76), Simone Pepe (Eljero Elia 71)