Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

Video Polisi Bali Palak Turis Belanda Beredar di Youtube

Video Polisi Bali Palak Turis Belanda Beredar di Youtube  Salah satu adegan video "Polisi Korupsi di Bali" yang beredar luas di Youtube. 
DENPASAR,  Sebuah video seorang oknum polisi di Bali memalak turis Belanda berjudul "Polisi Korupsi Di Bali/ Corruption Police in Bali" beredar di Youtube. Video berdurasi 4 menit 49 detik tersebut berisi adegan pemalakan seorang oknum polisi terhadap wisatawan Belanda di dalam pos polisi Lio Square, perempatan Petitenget, Kuta Utara.
Oknum polisi yang tidak diketahui namanya karena emblem nama tertutup rompi berwarna hijau tersebut menilang turis Belanda yang mengaku bernama Van Der Spek. Di dalam pos, oknum polisi tersebut menyebutkan kesalahan Van Der Spek adalah tidak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor.
"Kalau di pengadilan kamu harus membayar Rp 1.250.000, tapi kalau di sini hanya Rp 200.000 saja," ujar oknum tersebut saat melancarkan aksi "damainya" kepada si turis.
Tak pikir panjang, Van Der Spek langsung menyodorkan uang Rp 200.000 berupa empat pecahan Rp 50.000-an. Dari proses pengambilan gambar dengan kamera mata-mata, si turis tampaknya sengaja mendokumentasikan video ini dan tampak seperti liputan investigasi.
Video ini diunggah ke Youtube tanggal 1 April lalu dengan akun "gil4sekali" dan saat ini telah disaksikan lebih dari 300 orang. Saat mengonfirmasi video ini kepada Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi, yang bersangkutan sedang berada di Jakarta dan telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi.
Saat dikonfirmasi sore tadi, Kapolres Badung AKBP Komang Suartana membenarkan bahwa oknum polisi tersebut adalah anggotanya dan saat ini tengah dalam pemeriksaan. Dari hasil penyelidikan polisi, video tersebut dibuat sekitar lima bulan lalu, tetapi baru diunggah pada 1 April 2013.

Nonton yuk..aksi Oknum Polisi Keblinger ini :


Jumat, 01 Maret 2013

'Penjual' Masjid Agung Tasikmalaya Ternyata Siswa SMP

'Penjual' Masjid Agung Tasikmalaya Ternyata Siswa SMP

Tasikmalaya
: Sebuah iklan di dunia maya membuat geger. Betapa tidak, dalam website itu disebutkan Masjid Agung Tasikmalaya dijual. Harganya pun cukup murah, Rp 50 juta. Iklan penjualan itu diunggah pada 17 Februari 2013 dengan nomor iklan 17183122.

Setelah ramai dibicarakan, akhirnya pengiklan masjid itu diketahui. Dia seorang remaja yang masih duduk di bangku SMP. Namun, Widya mengaku sebagai korban dari orang tak bertanggung jawab.

Widya mengaku tidak pernah membuat iklan di internet. Meskipun nama dan nomor teleponnya benar. Widya menduga nama dan nomor teleponnya dicatut oleh orang tak bertanggung jawab itu untuk menjual Masjid Agung Tasikmalaya.

"Saya tidak tahu, saya tidak pernah menjualnya. Untuk buka tokobagus saja saya tidak pernah. Yang saya tahu hanya facebook," kata Widya saat ditemui di kediamannya, di Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (1/3/2013).

Widya mengakui ada keanehan sejak Minggu (24/2) kemarin. Karena telepon genggamnya terus menerima telepon dan SMS dari orang tak dikenal. Isinya ada yang menanyakan masjid agung dan ada juga yang menghujatnya. "Ada sekitar 300 SMS tiap harinya. Ada yang nanya soal masjid itu, ada yang menghujat saya kafirlah," tutur Widya.

Sejak saat itu, lanjut Widya, dia ketakutan. Apalagi teman-teman sekolahnya memberitahu kalau dia dicari polisi. "Saya takut banget, deg-degan terus, apalagi dibilang dicari polisi," ujarnya.

Sementara itu, ayah Widya, Yanto Risyanto, berharap polisi segera menemukan pelaku sebenarnya, agar anaknya tidak lagi menjadi sasaran kemarahan masyarakat. Keluarga juga berharap, masyarakat tidak lagi mengancam anaknya. Karena mereka merasa Widya hanyalah korban. "Kami berharap polisi segera menangkap pelaku sebenarnya," kata Yanto.

Sumber: liputan6.com

Rabu, 27 Februari 2013

Pelapor Raffi Ahmad Mengarah kepada Nikita Mirzani?


Aktris sexy, Nikita Mirzani menjalani sidang perdananya terkait kasus penganiayaan yang dia lakukan terhadap Olivia Maysandi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2013). (Tribun Jakarta/Jeprima)

Kasus narkoba yang menyeret Raffi Ahmad kini makin liar bak bola panas. Tak sekadar persoalan nasib Raffi yang belum jelas pasca-penangkapannya oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga ditetapkan sebagai tersangka, tetapi pula kehadiran perempuan berinisial R yang mengklaim telah melaporkan Raffi kepada pihak BNN. 

Kabar terbaru yang tak kalah seru tentu saja pengakuan R yang mengklaim telah mendapatkan informasi soal Raffi itu dari salah satu artis berinisial N. Belakangan artis yang dimaksud R identitasnya mulai terungkap. 

Kuasa hukum R, Pryagus Widodo, sempat menolak untuk memberi tahu siapa nama artis tersebut. Ketika didesak, ia pun memberikan beberapa petunjuk terkait artis berinisial N itu. "Dia yang kena kasus 351, penganiayaan, dan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Itu lho, yang penganiayaan kepada dua orang itu," ungkap Pryagus saat dihubungi wartawan via teleponnya, Selasa (26/2/2013).

Pryagus mengatakan, hubungan antara R dan N memang terbilang dekat karena pekerjaan. R diketahui sempat bekerja di sebuah rumah produksi infotainment. Dari pertemuan itulah, Pryagus menduga informasi mengenai Raffi didapat.

"Mungkin ketika ngobrol-ngobrol terlontar dengan tidak sengaja ada info itu (Raffi), dan info itu dimasukkan dalam memori otak R," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Nikita Mirzani juga tengah menjalani proses persidangan di PN Jaksel terkait kasus penganiayaan terhadap kakak beradik Olivia Mesandy dan Beverly Nikita. Nikita pun diancam dengan Pasal 351. Ciri-ciri tersebut persis dengan yang disampaikan Pryagus atas keterangan R.

Sumber : kompas.com

Senin, 28 Januari 2013

Lulusan SMK acak-acak situs resmi Presiden SBY

Lulusan SMK acak-acak situs resmi Presiden SBY
Situs Presiden SBY di Hack. ©2013 Merdeka.com

Peretas situs presidensby.info yang berinisial WYA (20), warga Jember, Jawa Timur, berhasil diamankan oleh tim cyber crime Mabes Polri. WYA juga telah dibawa ke Mabes Polri di Jakarta.

"Memang benar WYA ditangkap oleh tim Mabes Polri dan saya tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hal itu," kata Kapolres Jember AKBP Jayadi, seperti dilansir dari Antara, Senin (28/1).

WYA merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bekerja sebagai operator warung internet (warnet). WYA juga bekerja sebagai teknisi komputer di salah satu warnet di Jalan Letjen Suprapto, Jember.

Pemilik warnet tempat WYA bekerja, Adi Kurniawan mengaku tidak mengetahui kronologis penangkapan peretas situs presidensby.info yang diduga adalah karyawannya itu. Namun yang bersangkutan terakhir kali masuk kerja pada Jumat (25/1).

"Saya baru dikabari oleh karyawan lain dan handphone WYA juga tidak aktif. Polisi kemungkinan juga membawa komputer server di warnet karena tidak ada di tempat," tutur Adi.

Menurut Adi, pintu sempat terkunci pada Sabtu (26/1) dan kondisi ruangan warnet berantakan serta sepeda motor WYA ada di dalam ruangan. "Kami membuka paksa pintu warnet dan baru yakin kalau WYA ditangkap tim Mabes Polri, setelah melihat ruangan warnet berantakan dan server komputer warnet juga tidak ada," paparnya.

Sebelumnya situs presidensby.info yang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya 'Jemberhacker Team' pada 9 Januari 2013.

Saat diretas, laman tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas 'Hacked by MJL007', sementara di bawahnya tertera sebuah logo pocong dan tulisan 'Jemberhacker Team' berwarna putih.

Sumber: merdeka.com

Minggu, 27 Januari 2013

Raffi ahmad ternyata sering gelar pesta!

Raffi ahmad ternyata sering gelar pesta!
Raffi Ahmad @foto: KapanLagi.com®

Badan Narkotika Nasional (BNN) ternyata sudah sejak lama mengincar Raffi Ahmad. Artis yang hampir tiap hari muncul di televisi ini diincar karena kerap menggelar pesta di rumahnya, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Sudah beberapa bulan ini kami intai, kebiasaan melakukan pesta. Digerebek jam 04.30 WIB," ungkap Deputi Penindakan BNN Irjen Benny Mamoto di Gedung BNN, Jakarta, Minggu (27/1).

Rumah Raffi Ahmad @foto: KapanLagi.com®/Mathias Purwanto

Penggerebekan itu sendiri dilakukan BNN atas pertisipasi wara sekitar. Menurut Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, warga sekitar telah melaporkan pada BNN bahwa Raffi kerap menggelar pesta di rumahnya.

Raffi Ahmad @foto: KapanLagi.com®

"Kami terima laporan dari masyarakat, sering ada pesta. Sudah dilakukan sejak lama pesta di situ," jelas Anang pada jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta.

Raffi dan 16 rekannya digerebek oleh BNN saat menggelar pesta Minggu (27/1) dini hari tadi. Seperti yang diberitakan di Situs Merdeka, BNN telah menyita sejumlah barang bukti, yakni dua linting ganja dan MDMA (pil inex).

"Mereka ditangkap di rumah RA. Barang bukti ganja dua linting, lalu ada MDMA dicampur dengan minuman Sprite. Hasil laboratorium mudah-mudahan setengah jam sudah selesai," pungkas Benny. (kpl/mdk/adb)

Sumber: Kapanlagi.com

5 Identitas positif narkoba di rumah Raffi Ahmad

5 Identitas positif narkoba di rumah Raffi Ahmad
Raffi Ahmad. kapanlagi.com

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan lima orang yang ditangkap di rumah Raffi Ahmad positif menggunakan narkoba. Namun, dari inisial kelimanya, tak ada inisial Raffi Ahmad dan Wanda Hamidah.

"Inisial K profesi mahasiswa, inisial W profesi konsultan restoran, inisial J profesi swasta, inisial MF profesi swasta, inisial M profesi pengacara," kata Humas BNN Sumirat dalam jumpa pers di Gedung BNN, Jakarta, Minggu (27/1).

Saat ditanyakan soal Raffi Ahmad dan Wanda Hamidah tak termasuk? Sumirat tak menjawabnya secara tegas.

"Karena masih ada assesment (hasil pemeriksaan secara menyeluruh) seperti dari darah, rambut, kuku, dan lainnya," katanya.

Sumber: merdeka.com

Penyedia Narkoba Bukan Raffi, Wanda, Irwansyah, dan Zaskia

Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, dalam jumpa pers di Kantor BNN, Jakarta, menunjukkan barang bukti narkoba yang ditemukan saat penggerebekan di rumah Raffi Ahmad, Minggu (27/1/2013). BNN menangkap 17 orang dalam operasi penggerebekan narkoba di rumah Raffi Ahmad.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan telah menciduk penyedia narkotika yang digunakan oleh Raffi Ahmad dan kawan-kawan dalam pesta narkotika yang digerebek oleh BNN pada Minggu (27/1/2013) subuh di kediaman Raffi di Jakarta. BNN menyatakan pula, penyedia narkotika itu bukan seorang pun dari empat sosok publik yang ada di rumah Raffi ketika terjadi penggerebekan. 

"Barang itu berasal dari satu orang. Mereka (16 orang) sudah menunjuk salah satu dari mereka sebagai penyedia barang-barang itu," ujar Deputi Pemberantasan, BNN, Benny Josua Mamoto, kepada para wartawan di gedung BNN, Minggu (27/1/2013) siang.

Meski demikian, Benny belum bisa mengungkap identitas sang penyedia narkotika tersebut atas alasan penyelidikan. Namun, lanjutnya, "Belum masih diperiksa. Bukan dari empat orang artis itu (Raffi, Wanda, Irwansyah, dan Zaskia). Orangnya laki-laki."

Hingga kini, BNN masih melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang itu. Pemeriksaan pertama, tes urine. Namun, tes urine bukan satu-satunya teknik penyelidikan untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. BNN perlu bukti apakah Raffi Cs hanya menggunakan narkotika atau terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Untuk waktu rangkaian penyelidikan tersebut, Benny mengaku tidak bisa menargetkannya. Namun, sesuai prosedur yang ada, seseorang akan menjalani pemeriksaan selama 3 x 24 jam dan tambahan 3 x 24 jam berikutnya. "Kita masih punya waktu tiga hari dan tambahan tiga hari lagi. Kita tentukan apakah mereka hanya penyalahguna atau terlibat jaringan," kata Benny.

Sumber: kompas.com

Kronologi Penggerebekan di Rumah Raffi Ahmad

Artis, Raffi Ahmad, hadir dalam konferensi pers Dahsyatnya Awards 2011 di Studio RCTI Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (19/1/2011). Ajang penghargaan bagi insan musik ini akan digelar pada 26 Januari di JIEXPO-Kemayoran.


Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan di rumah milik artis Raffi Ahmad di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2013) pagi. Hasilnya, Rafi dan beberapa rekannya digiring ke BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Berikut kronologi kejadian berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com dari beberapa narasumber di lokasi penggerebekan.

Sekitar pukul 05.15 WIB, Ma'sun, Ketua RT 09 RW 04 Lebak Bulus, dijemput seorang anggota BNN di rumahnya.

Kepada Ma'sun, petugas BNN meminta kesediaan Ma'sun menjadi saksi dalam penggerebekan di rumah salah seorang warganya. Ia kemudian ke luar dan mengikuti petugas tersebut. Di jalan menuju rumah Raffi, delapan anggota BNN lain telah hadir.

"Mereka parkir di depan Sekolah Widuri, terus jalan kaki ke sini," kata Ma'sun.

Perjalanan mereka terhenti di rumah Raffi. Petugas kemudian masuk ke rumah dan melihat Raffi di ruang tamu mengenakan baju kaus dan celana pendek bersama beberapa rekannya.

Penggeledahan dilakukan di ruang tamu dan lantai bawah, kemudian dilanjutkan ke lantai dua.

Denia, pembantu rumah tangga di rumah Raffi, menjelaskan, beberapa saat setelah pukul 05.00 WIB, ia hendak mematikan lampu rumah. Saat itu sekitar 10 pria berpakaian preman menaiki anak tangga.

Ia kemudian melaporkan kedatangan para tamu tersebut ke suaminya, Umar, yang berada di kamar tidur. Umar keluar dan sempat terlibat perdebatan dengan petugas.

Sekitar pukul 06.30, Umar dibawa ke lantai 1. Saat itu pula Irwansyah dan Zaskia Sungkar terlihat memasuki rumah.

Di ruang tamu, bersama Raffi, saat itu ada Wanda Hamidah dan dua teman dekat Raffi, yakni Rajiv dan seorang teman Raffi yang tidak dikenal Denia.

"Dari dalam rumah, orang BNN bawa dua linting ganja dan sekitar 14 kapsul dalam botol hitam," kata Ma'sun.

Menurut Ma'sun, petugas keluar dari rumah Rafi sekitar pukul 07.30. "Pas warga saya sedang kerja bakti," tutur Ma'sun.

Ardi, warga yang tinggal di depan kompleks rumah Raffi, membenarkan, rombongan orang keluar dari rumah Raffi setelah pukul 07.00, saat warga sedang kerja bakti.

Saat itu, warga tidak menduga terjadi penggerebekan karena mengira sedang dilakukan syuting di rumah host acara musik Dahsyat itu.

Ma'sum melihat beberapa artis ikut dibawa bersama Raffi oleh petugas BNN.

Menurut Denia, suaminya, Umar, ikut dibawa bersama rombongan tersebut.

"Kami tahunya ada rombongan artis karena mobilnya diparkir di depan sekolah. Mereka jalan kaki lewat sini," kata Ardi.

Seperti diberitakan, BNN menangkap total 17 orang dari rumah Raffi Ahmad, Minggu. Empat di antaranya adalah Raffi Ahmad, Wanda Hamidah, Irwansyah, dan Zaskia Sungkar.

Sumber: kompas.com

Diduga Pesta Narkoba, Raffi Ahmad Cs Ditangkap BNN

Artis, Raffi Ahmad saat berlatih bersama Daud Jordan di Atrium Pondok Indah Mall, Jakarta, Rabu (13/4/2011).

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Benny Jozua Mamoto membenarkan pihaknya menangkap sejumlah artis Ibu Kota yang diduga tengah berpesta narkotika.

"Ada memang, salah satunya berinisial RA," ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor BNN, Minggu (27/1/2013) siang.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, RA adalah Raffi Ahmad.

Selain Raffi, BNN juga mengamankan beberapa artis lainnya dari rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Meski demikian, Benny belum bisa menyebutkan nama lainnya atas alasan tengah menjalani pemeriksaan tes urine.

"Kasih saya waktu 15 menit untuk menjelaskan ini semua. Kami menunggu ada tes urine," lanjutnya.

Raffi Ahmad beserta artis lainnya dikabarkan digerebeg di rumah Raffi di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu subuh. Bersama dengan aksi penggerebegan tersebut, BNN menemukan sejumlah barang bukti narkotika.

Sumber : kompas.com