Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Kamis, 08 Mei 2014

Astaga ..... Pengemis di Bali Bisa Membeli Mobil CR-V

Ilustrasi.

Kawasan Badung, Provinsi Bali, tampaknya menjadi lahan empuk bagi gelandangan dan pengemis (gepeng).

Saking mengguritanya, gepeng di kabupaten yang terkenal akan keindahan Pantai Kuta-nya ini membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung frustrasi untuk menanganinya.

Kasatpol PP I Ketut Martha mengakui, persolan gelandangan dan pengemis di wilayah Badung sulit untuk diberantas.

Pasalnya, para gepeng bisa hidup secara layak karena mengemis di daerah tersebut. Bahkan, ia menyebutkan, tak jarang gepeng bisa membeli mobil.

"Jangan bayangkan para pengemis yang beroperasi di Kuta ini adalah orang miskin. Pernah, saya dibuat terkejut. Ada seorang gepeng membeli sebuah mobil CR-V. Saya bahkan pernah diledek seorang pengemis, dia bilang ponsel saya ketinggalan zaman," kata Martha, Rabu (7/5/2014).

Karena Badung "menjanjikan" hidup enak, kata dia, para gepeng tidak kapok untuk kembali datang, meski berkali-kali terjaring razia.

Selama April 2014, sambung Martha, setidaknya ada sekitar 54 pengemis yang berhasil dijaring Satpol PP Kabupaten Badung.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Desa Munti Gunung dan Pedahan, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Sumber: kompas.com

Rabu, 07 Mei 2014

Obat Kuat Boleh Diminum Tiap Hari, asal.....





Obat disfungsi ereksi atau yang dikenal juga dengan istilah obat kuat sering dijadikan andalan para pria untuk menunjukkan "kejantanan" di tempat tidur. Obat kuat ada yang bekerja dengan meningkatkan libido hingga membantu ereksi lebih kencang.


Obat-obatan disfungsi ereksi diketahui bersifat stimulan yang berdampak bagi kerja jantung. Lantas, amankah obat ini dikonsumsi setiap hari?

Menurut konselor seks sekaligus dokter spesialis kejiwaan Naek L Tobing, obat disfungsi ereksi sebenarnya memiliki efek samping yang relatif kecil sehingga aman dikonsumsi secara rutin. Bahkan efek samping untuk ginjal yang biasanya meningkat untuk konsumsi obat-obatan jangka panjang pun kecil.

"Namun, ada juga kondisi yang membuat obat disfungsi ereksi atau obat yang bersifat erektogenesis berisiko tinggi untuk dikonsumsi," ujarnya kepada Kompas Health, Selasa (6/5/2014).

Kondisi yang dimaksud Naek, antara lain, jika obat tersebut dikonsumsi bersamaan dengan obat penyakit jantung atau anti-angina. Ini karena keduanya memiliki efek yang hampir sama, yaitu melebarkan pembuluh darah.

Ia menjelaskan, jika pembuluh darah terbuka terlalu lebar, tekanan darah akan menurun. Jantung pun akhirnya bekerja lebih keras untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Namun, jika jantung sudah dalam kondisi sakit, kerja yang terlalu berat bisa berakibat fatal.

"Minum obat erektogenik dengan obat anti-angina juga bisa menimbulkan gejala lain seperti sesak napas," kata dokter yang mendapat gelar dari University of Minnesota, Amerika Serikat, ini.

Selain perlu memperhatikan kondisi yang menjadi kontraindikasi obat, Naek juga menegaskan supaya obat disfungsi ereksi dikonsumsi sesuai dengan aturan. Artinya, dosisnya pun tidak berlebihan. Pasalnya, stimulan yang terdapat dalam obat akan menyebabkan ketegangan pada jantung.

Apalagi jika obat disfungsi ereksi yang digunakan adalah obat palsu yang tidak jelas komposisinya. Stimulan yang terdapat di sana mungkin berkali-kali lipat lebih tinggi dari batas aman sehingga berisiko merusak sistem tubuh.

Obat disfungsi ereksi sejatinya bekerja dengan melebarkan pembuluh darah pada penis sehingga aliran darah menuju organ itu menjadi lebih lancar. Karenanya, ereksi pada penis pun dapat berlangsung dengan lebih baik.

Sumber: kompas.com