Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Jumat, 27 Juni 2014

Agar Bugar Berpuasa, Cukupi Karbohidrat dan Protein


Ilustrasi beragam makanan sumber protein

Hampir semua orang percaya puasa memiliki dampak yang baik bagi tubuh. Hal ini diperkuat oleh banyak penelitian yang membuktikan fakta serupa. Meski begitu, saat berpuasa asupan kalori jadi terbatas sehingga diperlukan strategi khusus supaya tubuh tetap bugar.

Dokter spesialis gizi klinis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Saptawati Bardosono mengatakan, agar tubuh tetap bugar saat berpuasa tubuh harus mendapatkan asupan zat gizi yang memadai. Zat gizi yang perlu diprioritaskan ternyata adalah karbohidrat dan protein.

"Penting hukumnya untuk memperhatikan asupan karbohidrat dan protein saat berpuasa," ujarnya dalam talkshow bertajuk "Puasa Sehat dengan Pola Minum Air Putih 2+4+2 bersama Aqua" pada Rabu (25/6/2014) di Jakarta.

Asupan karbohidrat dan protein menjadi penting karena tubuh paling kehilangan kedua zat gizi ini saat berpuasa. Jika tidak segera diganti fungsi tubuh bisa terganggu. Berbeda dengan lemak yang kadarnya dalam tubuh tidak begitu banyak berkurang saat berpuasa.

"Penelitian membuktikan, karbohidrat dan protein kadarnya sangat menurun dengan berpuasa, tetapi tidak dengan lemak," ujarnya.

Lemak, lanjut dia, akan lebih lama disimpan di dalam tubuh dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Karena itu, Saptawati menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi karbohidrat dan protein di saat sahur maupun berbuka, namun memilih makanan yang rendah lemak.

Selain itu, zat gizi yang juga perlu banyak dikonsumsi tentu saja adalah air. Pasalnya selama berpuasa, tubuh akan banyak kehilangan air dan mengalami dehidrasi ringan. Maka begitu berbuka, air lah yang harus menjadi asupan pertama.

Agar tetap bugar selama perpuasa, Saptawati juga mengimbau untuk tidak mengurangi aktivitas, meskipun boleh saja menurunkan intensitasnya. Serta, tidak makan berlebihan saat sahur dan berbuka karena akan membebani kerja pencernaan.

Sumber: kompas.com

Puasa Cegah Otak Jadi "Lemot"

Ilustrasi

Sebagian orang berpikir puasa bisa menyebabkan sulit berkonsentrasi, bahkan tidak mampu berpikir jernih. Padahal, yang terjadi pada tubuh justru sebaliknya, puasa dapat membuat otak mampu bekerja lebih prima.
 
Dokter spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, mengatakan, puasa artinya membatasi tubuh mengasup kalori. Ternyata, penelitian membuktikan puasa dapat meningkatkan ketahanan sel.
 
"Dengan berpuasa, sel tubuh akan menjadi lebih kuat, lebih tahan, bahkan tumbuh sel-sel baru. Khususnya pada otak, pertumbuhan sel-sel baru akan membuatnya bekerja lebih baik, jadi tidak tulalit," ujarnya dalam talkshow bertajuk Puasa Sehat dengan Pola Minum Air Putih 2+4+2 bersama Aqua pada Rabu (25/6/2014) di Jakarta.
 
Ketahanan sel yang meningkat karena puasa berhubungan dengan ekspresi gen yang membaik karena pembatasan kalori. Menurut Saptawati, puasa perlu dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya karena kepercayaan tertentu.
 
"Puasa itu baik sekali untuk kesehatan. Banyak penelitian yang membuktikannya. Bahkan, pasien yang dirawat di rumah sakit pun saat diminta puasa, kondisinya membaik," kata dia.
 
Selain meningkatkan ketahanan sel, puasa juga mampu menurunkan tekanan darah, memperbaiki jaringan yang rusak, meningkatkan oksidasi lemak, menurunkan oksidasi karbohidrat, dan meringankan peradangan.
 
"Puasa juga bisa menurunkan kolesterol sehingga membantu memperbaiki profil lemak darah," ujarnya.

Sumber: kompas.com