Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Sabtu, 02 Februari 2013

Air Mata Kader PKS Dengar Pidato Anis Matta

Air Mata Kader PKS Dengar Pidato Anis Matta
Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menangis saat mendengarkan pidato politik dari Presiden PKS yang baru Muhammad Anis Matta dalam konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). Dalam konferensi pers tersebut PKS menyatakan memilih Muhammad Anis Matta menjadi presiden baru PKS menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang mengundurkan diri setelah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi.

Wajah kader-kader PKS yang menyaksikan langsung pidato politik perdana Presiden PKS Anis Matta bercucur air mata. Pidato yang terlihat cukup emosional itu menyentil adanya konspirasi besar yang tengah dihadapi PKS dalam kasus penetapan tersangka Presiden PKS sebelumnya, Luthfi Hasan Ishaaq.

Selama pidatonya sepanjang 10 menit, Anis Matta menegaskan bahwa gerakan PKS tidak bisa dihancurkan. "Insya Allah ini akan menjadi hentakan sejarah yang membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah SWT mengirimkan sebuah isyarat kepada kita semua bahwa ini semuanya adalah momentum perbaikan diri dan kebangkitan PKS," ujar Anis, Jumat (1/2/2013) di kantor DPP PKS.

Pernyataan Anis ini kemudian disambut gema takbir kader PKS. Tidak sedikit pula yang menangis, terlebih lagi saat Anis menyinggung bahwa hari-hari ke depan tidaklah mudah bagi PKS. Berkali-kali Anis mengumandangkan ayat-ayat Al Quran yang berarti hanya Allah SWT yang bisa memberikan pertolongan.

Setiap kali Anis mengumandangkan ayat Al Quran, para pengurus dan kader PKS yang hadir mengamininya sambil mengangkat tangan sambil berdoa.

Tidak hanya kaum perempuan yang menangis mendengar pidato Anis Matta yang berapi-api itu. Sejumlah kader pria juga tampak menitikkan air mata, seperti Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera. Ia pun tak kuasa menahan tangisnya manakala Anis mengajak kader PKS untuk mulai bekerja keras.

"Kemarin kita menyaksikan Presiden kita dikeluarkan dari ruangan ini dan dibawa KPK. Maka, dari ruangan ini pula kita kerja keras bersama, membuat lembaran baru dari diri kita sendiri. Insya Allah kita bisa. Saya yakin kita bisa," teriak Anis.

Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar: