Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Rabu, 16 Januari 2013

6 Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Kemarin, Roy Suryo telah resmi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Roy dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Selasa (15/1).

Setelah jadi Menpora, Roy tidak melulu bersikap formal. Dia mau naik mobil antik milik rekannya, Hartawan Setjodiningrat menuju kantor Kemenpora. Hartawan adalah Dewan Penasehat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMI).

Tapi bukan berarti Roy melupakan pekerjaan barunya. Ia janji akan membuat gebrakan demi mengangkat prestasi olahraga nasional.

Berikut aksi dan gebrakan Roy Suryo setelah dilantik:

1. Naik mobil eks Soekarno

Setelah dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo langsung naik mobil tua bekas mantan Presiden Soekarno dan Jenderal Soedirman. Mobil tua jenis Chrysler Windsor Limo 1947 itu dinaiki bersama istrinya, Ismarindayani Priyanti.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Roy selesai dilantik sekitar pukul 15.30 WIB. Dan keluar dari Istana Negara sekitar pukul 15.50 WIB. Setelah itu, dia langsung masuk mobil berwarna cokelat yang sudah terparkir di depan halaman Istana Negara tersebut. "Iya, saya mau naik mobil itu," kata Roy di halaman Istana Negara Jakarta, Selasa (15/1).

Meski mobil tua, mobil yang ditumpangi Roy tampak masih kinclong. Di depannya langsung di pasang bendera merah putih dengan nomor polisi B 253.

2. Tak mau cengengesan

Selama ini, Roy bebas bersikap apa saja. Bahkan saat menjadi anggota DPR.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Tapi kali ini tidak. Ia akan menjaga sikap sebagai pejabat negara.� "Tapikan biasanya saya ketawa-ketawa. Ini ngga boleh ketawa, harus formal. Kalau ketawa harus untuk selesaikan masalah PSSI," kata Roy kemarin.

3. Tak mau dipanggil Pak Menteri

Setelah jadi menteri, Roy mengaku tidak ingin dipanggil Pak Menteri seperti menteri lainnya. Ia ingin dipanggil biasa saja seperti Pak Roy.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

Hal itu ia ungkapkan saat dipanggil oleh wartawan di Istana Negara dengan sebutan Pak Menteri. "Panggil biasa aja lah," sahutnya lantas tertawa.

4. Tak boleh ada yang main proyek

Dalam hitungan jam setelah dilantik, Roy Suryo langsung menebar ancaman kepada bawahannya. Ia tidak ingin ada pegawai Kemenpora main proyek.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

"Malam ini juga, saya langsung berkoordinasi dengan 5 divisi saya dan 5 divisi itu akan saya berikan 1 kata clue Kementerian Pemuda dan Olahraga itu hanya teknis soal pemuda dan olahraga. Tidak boleh ada urusan soal-soal proyek, uang dan sebagainya," tandasnya.

5. Tak mau ada seremoni

Usai dilantik, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo langsung menuju kantor barunya di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta. Saat tiba di sana, Roy mengaku tidak ingin disambut secara berlebihan oleh anak buahnya saat mulai ngantor.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

"Hari ini (kemarin) saya bilang pada kantor Kemenpora, kita tidak usah terlalu banyak upacara-upacara seremonial. Hari ini saya akan langsung ke kantor Kemenpora dan semua urusan yang masih ada di tangan Pak Agung akan saya minta serah terima sekarang juga," kata Roy di Istana Negara, Selasa (15/1).

Setelah melakukan serah terima, Roy juga akan mengikuti acara pisah sambut yang dihadiri langsung oleh mantan Menpora Andi Mallarangeng. Setelah itu, Roy mengatakan segera bekerja dan menjalani seluruh tugas-tugasnya. Dia meminta tidak ada lagi yang korupsi dan main proyek.

6. Hanya akui PSSI

Kepada wartawan, dirinya menegaskan hanya akan ada satu organisasi yang diakui pemerintah, yakni Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Dengan demikian, pemerintah harus berani mengambil tindakan dan akan menanggung konsekuensinya jika terjadi masalah.

Aksi nyentrik dan gebrakan Roy Suryo setelah jadi menpora

"Konsekuensinya akan saya tanggung, apakah itu akan digugat dan sebagainya. Saya sangat yakin gugatan dalam bidang olahraga itu konsekuensi yang bukan perdata apalagi pidana, tapi arbitrase," tandasnya.

Sumber : merdeka.com


Tidak ada komentar: