Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

CARA MUDAH BERBISNIS TIKET PESAWAT

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Jumat, 26 Oktober 2012

Festival Dago Pojok Digelar 15 Jam

Ratusan skater meluncur di jalan raya pada penutupan Bandung Go Skateboarding Day 2012 di Jalan Dago, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/6). Kegiatan ini diisi dengan kontes untuk mencari atlet skateboard potensial. TEMPO/Prima Mulia


Festival Kampung Dago Pojok kembali digelar di Jalan Dago Pojok, Bandung, Ahad, 28 Oktober 2012. Selama 15 jam dari pukul 9 pagi hingga tengah malam, puluhan acara dan lomba disiapkan.

Acara yang disiapkan antara lain lomba menulis Surat Dapur bagi kalangan ibu rumah tangga serta 20 seniman seperti Isa Perkasa dan Tisna Sanjaya melukis aksi topeng monyet.

Menurut ketua panitia acara Rahmat Jabaril, festival itu digagas untuk menumbuhkan semangat dan percaya diri warga untuk berkreasi. "Sumbernya dari dalam diri warga sendiri, bukan dari institusi seperti pemerintah atau kampus," katanya, Kamis, 25 Oktober 2012.

Selain di perkampungan Dago Pojok, gerakan serupa juga ditularkan ke Kampung Akustik di Cicadas yang sebagian warganya mencari nafkah dari mengamen, kampung kreatif Leuwi Anyar di Leuwipanjang, serta Cicukang. Di festival Dago Pojok nanti, warga dari ketiga kampung itu ikut serta mengisi tenda-tenda bazar.

Aneka barang yang dijual di bazar itu hasil industri rumahan. Di antaranya rajutan, sepatu, pakaian, boneka, hingga kuliner seperti colenak dan keripik pedas. Total yang sudah terdaftar ada 30 peserta bazar.

Festival juga dimeriahkan berbagai lomba, seperti panjat pinang di tiga tempat, memancing, dan menulis Surat Dapur yang khusus bagi ibu rumah tangga. Lomba menulis itu untuk mengungkap suara hati para ibu rumah tangga. "Nanti seluruh surat akan dibukukan lalu diberikan ke pemerintah daerah hingga pusat," ujarnya.

Kesenian tradisional seperti calung, pencak silat, tari jaipong, pertunjukan wayang golek, kendang, juga digelar di jalanan dan panggung. Menurut Rahmat, panitia ingin mengangkat lebih banyak kesenian tradisional pada festival kali ini. Adapun acara melukis oleh 20 seniman, seperti Isa Perkasa dan Tisna Sanjaya, akan mendatangkan tukang topeng monyet. Aksinya akan dilukis bersama.

Festival akan ditutup kesenian tarawangsa mulai pukul 10 malam hingga tengah malam. Dana acara yang dikelola oleh Bandung Creative City Forum itu berasal dari dana hibah pemerintah Kota Bandung.

Sumber : tempo.co
Posting Komentar